TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Ekonomi

Rupiah Jebol Lagi ke Rp18 Ribu Siang Ini: Analisis dan Respon Bank Indonesia

Oleh Redaksi Berita Hari

Rupiah Jebol Lagi ke Rp18 Ribu Siang Ini: Analisis dan Respon Bank Indonesia

Ringkasan Berita

  • Rupiah melemah 31 poin atau minus 0,17 persen dari perdagangan sebelumnya
  • Mata uang di kawasan Asia juga melemah
  • Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah

Nilai tukar rupiah mengalami penurunan signifikan pada Rabu (8/7) siang, mencapai Rp18.011 per dolar AS. Pergerakan ini disebabkan oleh penurunan nilai rupiah sebesar 31 poin atau minus 0,17 persen dari perdagangan sebelumnya. Senada dengan pergerakan rupiah, mata uang di kawasan Asia juga melemah, termasuk peso Filipina, dolar Singapura, yuan China, dan yen Jepang.

Kondisi ekonomi global yang labil dan volatilitas pasar saham juga dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Hal ini dapat menyebabkan investor menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi valas. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh faktor-faktor domestik, seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso menilai kinerja rupiah masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya. Menurutnya, rupiah melemah 1,4 persen dalam periode 17 Juni hingga 6 Juli 2026, lebih baik dibandingkan dengan rubel Rusia yang melemah 5,5 persen dan peso Chile yang turun sekitar 4 persen. Baht Thailand juga melemah 2,3 persen, sementara won Korea Selatan turun 1 persen dan peso Filipina sekitar 1 persen.

Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali. Menurut Denny, bank sentral akan 'all out' menjaga stabilitas rupiah dengan kecenderungan tetap menguat. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Indonesia akan terus berusaha menjaga nilai tukar rupiah dalam kisaran yang stabil dan tidak terlalu melemah.

Dalam beberapa hari terakhir, rupiah telah mengalami pergerakan yang signifikan. Pada Senin (6/7), rupiah sempat menembus level psikologis Rp18 ribu per dolar AS sebelum akhirnya ditutup di level Rp17.995 per dolar AS. Namun, pada Selasa (7/7), rupiah berhasil menguat tipis 15 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.980 per dolar AS pada penutupan perdagangan. Meskipun demikian, pergerakan nilai tukar rupiah masih perlu dipantau dengan ketat oleh investor dan pengamat ekonomi.

Pertanyaan Umum

Mengapa rupiah melemah?
Rupiah melemah karena kondisi ekonomi global yang labil dan volatilitas pasar saham.
Apa yang dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga nilai tukar rupiah?
Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali.