Rupiah Jebol Lagi ke Rp18 Ribu Siang Ini: Analisis dan Respon Bank Indonesia
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Rupiah melemah 31 poin atau minus 0,17 persen dari perdagangan sebelumnya
- •Mata uang di kawasan Asia juga melemah
- •Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah
Nilai tukar rupiah mengalami penurunan signifikan pada Rabu (8/7) siang, mencapai Rp18.011 per dolar AS. Pergerakan ini disebabkan oleh penurunan nilai rupiah sebesar 31 poin atau minus 0,17 persen dari perdagangan sebelumnya. Senada dengan pergerakan rupiah, mata uang di kawasan Asia juga melemah, termasuk peso Filipina, dolar Singapura, yuan China, dan yen Jepang.
Kondisi ekonomi global yang labil dan volatilitas pasar saham juga dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Hal ini dapat menyebabkan investor menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi valas. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh faktor-faktor domestik, seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso menilai kinerja rupiah masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya. Menurutnya, rupiah melemah 1,4 persen dalam periode 17 Juni hingga 6 Juli 2026, lebih baik dibandingkan dengan rubel Rusia yang melemah 5,5 persen dan peso Chile yang turun sekitar 4 persen. Baht Thailand juga melemah 2,3 persen, sementara won Korea Selatan turun 1 persen dan peso Filipina sekitar 1 persen.
Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali. Menurut Denny, bank sentral akan 'all out' menjaga stabilitas rupiah dengan kecenderungan tetap menguat. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Indonesia akan terus berusaha menjaga nilai tukar rupiah dalam kisaran yang stabil dan tidak terlalu melemah.
Dalam beberapa hari terakhir, rupiah telah mengalami pergerakan yang signifikan. Pada Senin (6/7), rupiah sempat menembus level psikologis Rp18 ribu per dolar AS sebelum akhirnya ditutup di level Rp17.995 per dolar AS. Namun, pada Selasa (7/7), rupiah berhasil menguat tipis 15 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.980 per dolar AS pada penutupan perdagangan. Meskipun demikian, pergerakan nilai tukar rupiah masih perlu dipantau dengan ketat oleh investor dan pengamat ekonomi.


