Rupiah Melanjutkan Bangkit ke Rp17.888 per Dolar AS Sore Ini: Apa yang Mendorongnya?
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Rupiah melanjutkan bangkit ke Rp17.888 per dolar AS sore ini
- •Penguatan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia
- •Antisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam RDG BI besok
Nilai tukar rupiah telah mencapai level Rp17.888 per dolar AS pada perdagangan Selasa (21/7) sore. Perubahan ini menunjukkan penguatan mata uang Garuda sebesar 60 poin atau 0,33 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Penguatan rupiah ini tidak terlepas dari pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS.
Sementara itu, nilai tukar yuan China menguat 0,03 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,07 persen, peso Filipina melemah 0,09 persen, yen Jepang turun 0,11 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,12 persen, dolar Hong Kong terkoreksi 0,02 persen, dan dolar Singapura menguat 0,09 persen. Pergerakan mata uang utama negara maju juga beragam, di mana euro Eropa naik 0,08 persen, dolar Australia menguat 0,34 persen, dan dolar Kanada terapresiasi 0,03 persen. Di sisi lain, franc Swiss melemah 0,05 persen, sementara poundsterling Inggris bergerak stabil.
Analisis dari DOO Financial Futures menunjukkan bahwa rupiah menguat seiring meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia. "Rupiah ditutup menguat cukup besar terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia setelah pemerintah melaporkan defisit APBN sebesar 0,76 persen dari PDB hingga Juni serta mempertahankan proyeksi defisit APBN 2026 di bawah batas 3 persen dari PDB", ujar Analis Lukman Leong kepada CNNIndonesia.com. Rupiah juga didukung oleh antisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam RDG BI besok.
Penguatan rupiah ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya. Pemerintah Indonesia telah melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pada pertengahan tahun ini, pemerintah telah mengumumkan program peningkatan investasi dan meningkatkan kemudahan berinvestasi di Indonesia. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan nilai tukar rupiah.
Namun, perlu diingat bahwa pergerakan nilai tukar mata uang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan perubahan makroekonomi. Oleh karena itu, perlu diawasi dengan teliti dan tidak boleh diabaikan. Penguatan rupiah ini dapat menjadi awal yang baik bagi perekonomian Indonesia, namun perlu diiringi dengan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor.

