Perbedaan Cara Habiskan Uang antara Orang Kaya Baru dan Turun-Temurun
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Orang kaya baru lebih suka menghabiskan uang mereka pada aset tahan lama
- •Perbedaan kontras antara orang kaya baru dan turun-temurun juga terlihat jelas dari pemilihan jam tangan
- •Orang kaya baru lebih suka menginvestasikan uang mereka daripada membelanjakannya pada barang-barang mewah
Orang kaya baru dan turun-temurun memiliki perbedaan signifikan dalam cara menghabiskan uang mereka. Menurut riset Boston Consulting Group (BCG), orang kaya baru lebih suka menginvestasikan uang mereka daripada membelanjakannya pada barang-barang mewah.
Sebagian besar orang kaya baru lebih suka menghabiskan uang mereka pada aset tahan lama seperti properti, kapal pesiar, dan mobil. Selain itu, mereka juga lebih suka menghabiskan uang mereka pada pengalaman hidup yang unik dan eksentrik. Misalnya, seorang mantan ilmuwan data di SpaceX Chip, yang baru mencairkan sahamnya senilai US$3,5 juta, menggunakan uang tersebut untuk membeli sebuah meteorit seharga US$10 ribu dan truk pemadam kebakaran bekas senilai US$5.000 untuk memeriahkan pesta ulang tahun anaknya.
Dalam hal pakaian, orang kaya baru lebih suka memilih tetap kasual dan tidak ambil pusing dengan merek-merek fashion raksasa. Bahkan, mantan pakar strategi AI di OpenAI Zack Kass menggunakan keuntungan sahamnya untuk membeli sebuah tim olahraga voli profesional. Sementara itu, orang kaya turun-temurun lebih suka memborong tas mewah atau baju desainer.
Pergeseran selera belanja dari orang kaya baru ini tentu menjadi alarm keras bagi merek-merek fashion raksasa dunia seperti LVMH, Richemont, Hermes, Gucci yang pasarnya sempat mengalami kontraksi dalam dua tahun terakhir. Namun, untuk pakaian sehari-hari, orang kaya baru tidak ambil pusing dan lebih suka memilih tetap kasual. Bahkan, seorang mantan ilmuwan data di SpaceX Chip enggan membeli pakaian mewah dan lebih nyaman memakai kaus dan celana pendek yang sudah dikenakan bertahun-tahun.
Perbedaan kontras antara orang kaya baru dan turun-temurun juga terlihat jelas dari pemilihan jam tangan. Orang kaya baru lebih terpikat pada fungsionalitas daripada gengsi semata. Mereka lebih memilih smartwatch seperti Apple Watch untuk melacak kesehatan harian dibanding jam tangan mekanik berlapis emas. Namun, jam tangan mewah seperti Rolex dan Cartier tetap dilirik karena bisa dijadikan investasi.
Kepala Tim Kemewahan Global BCG Filippo Bianchi mengungkapkan bahwa prioritas pengeluaran utama kaum OKB teknologi ini beralih ke aset tahan lama. Dengan demikian, orang kaya baru lebih suka menginvestasikan uang mereka daripada membelanjakannya pada barang-barang mewah. Hal ini tentu akan berdampak pada industri fashion dan merek-merek fashion raksasa yang harus beradaptasi dengan perubahan selera belanja orang kaya baru ini.
Riset Boston Consulting Group (BCG) membeberkan cara new money alias orang kaya baru (OKB) dan old money atau orang kaya turun-temurun dalam menghabiskan uang. Menurut riset ini, orang kaya baru lebih suka menghabiskan uang mereka pada aset tahan lama seperti properti, kapal pesiar, dan mobil. Sementara itu, orang kaya turun-temurun lebih suka memborong tas mewah atau baju desainer.
Kendati demikian, Pendiri Harrison Lifestyle Concierge Harrison Colcord menegaskan bahwa bagaimanapun seseorang tidak akan mengenakan jam tangan pintar saat memakai tuksedo atau setelan jas. Pergeseran selera belanja dari orang kaya baru ini tentu menjadi alarm keras bagi merek-merek fashion raksasa dunia seperti LVMH, Richemont, Hermes, Gucci yang pasarnya sempat mengalami kontraksi dalam dua tahun terakhir.
Dalam kesimpulan, orang kaya baru dan turun-temurun memiliki perbedaan signifikan dalam cara menghabiskan uang mereka. Orang kaya baru lebih suka menginvestasikan uang mereka daripada membelanjakannya pada barang-barang mewah. Hal ini tentu akan berdampak pada industri fashion dan merek-merek fashion raksasa yang harus beradaptasi dengan perubahan selera belanja orang kaya baru ini


