OJK Minta Pemerintah Berikan Insentif ETF Emas Non Delivery
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •OJK meminta pemerintah untuk memberikan insentif ETF emas non delivery
- •Pasar modal Indonesia perlu meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia
- •Pemerintah dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia
- •Pasar modal Indonesia dapat semakin maju dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas insentif perdagangan Exchange Traded Fund (ETF) emas non delivery. Insentif ini sangat penting bagi pengembangan pasar modal domestik, sehingga investor lebih banyak tertarik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Pengembangan ETF emas non delivery adalah instrumen investasi berbasis kontrak dengan investor tidak menerima maupun menyimpan emas fisik saat bertransaksi. Dengan demikian, investor dapat berinvestasi di pasar emas tanpa harus memiliki emas fisik. OJK berharap bahwa insentif ini akan dapat meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar emas.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas insentif perdagangan ETF emas non delivery. OJK juga menyampaikan terkait rencana reformasi pasar modal yang telah dijalankan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Reformasi pasar modal yang dilakukan OJK bersama BEI adalah reformasi integritas pasar modal. Sebelumnya, pasar modal Indonesia telah mendapat perhatian dari lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Namun, kini pasar modal Indonesia telah menunjukkan perbaikan yang signifikan, sehingga MSCI telah memperhatikan kenaikan peringkat pasar modal Indonesia.
Selain itu, OJK juga meminta pemerintah untuk memberikan insentif fiskal untuk mendukung pengembangan instrumen investasi baru tersebut di pasar modal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa insentif fiskal diperlukan untuk mendukung pengembangan instrumen investasi baru tersebut di pasar modal. Ia menjelaskan bahwa karakteristik produk investasi emas non delivery membutuhkan aspek pajak yang perlu disesuaikan.
Pengembangan instrumen investasi baru di pasar modal sangat penting bagi meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Dengan demikian, pasar modal Indonesia dapat semakin dalam dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor. Sebelumnya, BEI telah memastikan bahwa pengembangan produk baru di pasar modal tetap berjalan di tengah gejolak pasar dan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan bahwa pengembangan instrumen investasi baru menjadi bagian dari upaya pendalaman pasar modal domestik. Ia juga menilai bahwa diversifikasi instrumen investasi diperlukan agar pasar modal Indonesia semakin dalam dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor. BEI juga tengah menyiapkan pengembangan produk derivatif dengan tambahan underlying baru, sehingga pasar modal Indonesia dapat semakin kompetitif.
Dengan demikian, pasar modal Indonesia dapat semakin maju dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor. OJK dan BEI telah berusaha keras untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia, sehingga pasar modal Indonesia dapat semakin kompetitif dan maju.
Pemerintah juga dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Dengan demikian, pasar modal Indonesia dapat semakin maju dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan yang lebih besar untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Dalam kesimpulan, OJK telah menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas insentif perdagangan ETF emas non delivery. OJK juga menyampaikan terkait rencana reformasi pasar modal yang telah dijalankan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemerintah juga dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia, sehingga pasar modal Indonesia dapat semakin maju dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor.


