TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Politik

Tanggapi Serangan Iran, Wapres Vance: Kekerasan Dibalas Kekerasan, Politik

Oleh Redaksi Berita Hari

Tanggapi Serangan Iran, Wapres Vance: Kekerasan Dibalas Kekerasan, Politik

Ringkasan Berita

  • Iran menandatangani perjanjian gencatan senjata
  • AS menyerang wilayah Iran
  • Serangan Iran terhadap kapal kargo asal Singapura
  • Krisis di kawasan Teluk
  • Tanggapan dari pemerintah AS dan Iran masih terbuka lebar

Pada hari Jumat, 26 Juni, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memperingatkan bahwa Iran akan mengalami dampak yang lebih besar jika mereka membalas serangan AS. Peringatan ini disampaikan melalui cuitan di platform X, di mana Vance menjelaskan bahwa Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata dan telah dihormati oleh AS. Namun, jika Iran memiliki perbedaan pendapat tentang bagaimana perjanjian tersebut diterapkan, mereka dapat menghubungi AS. Vance menekankan bahwa kekerasan akan dibalas dengan kekerasan, menunjukkan kebijakan AS yang tegas dalam menghadapi serangan Iran.

Serangan Iran terhadap kapal kargo asal Singapura yang melintasi Selat Hormuz telah menimbulkan reaksi keras dari pemerintah AS. Sebagai balasan, AS kembali menyerang wilayah Iran pada hari Jumat, 26 Juni. Sejumlah lokasi penyimpanan rudal dan drone, serta fasilitas radar di pesisir pantai menjadi target penyerangan. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran meluncurkan setidaknya empat drone ke arah kapal yang melintas di Selat Hormuz, namun beberapa drone berhasil dicegat oleh AS. Salah satu drone yang berhasil mencapai kapal kargo asal Singapura, menyebabkan kerusakan pada kapal.

Perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada 17 Juni lalu dianggap sebagai langkah positif dalam menghentikan perang di kawasan. Namun, perjanjian tersebut dianggap sebagai bentuk penyerahan Iran tanpa syarat oleh Trump. Perjanjian tersebut mencakup penghentian pertempuran di seluruh front, termasuk Lebanon, pencairan aset Iran yang dibekukan, pencabutan blokade militer AS di Selat Hormuz, hingga perizinan ekspor minyak mentah. Sementara bagi AS, keuntungan dari perjanjian tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, persediaan pasokan minyak, dan komitmen Iran untuk tidak membuat senjata nuklir.

Iran telah menanggapi serangan AS dengan menyerang lokasi-lokasi militer AS di kawasan Teluk pada hari Sabtu, 27 Juni. Korps Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa jika agresi tersebut terulang, tanggapan mereka akan lebih luas daripada ini. Aksi saling serang ini terjadi usai kedua negara meneken nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni lalu. MoU tersebut bertujuan untuk menghentikan perang di kawasan, namun perjanjian tersebut dianggap sebagai bentuk penyerahan Iran tanpa syarat oleh Trump.

Krisis di kawasan Teluk telah menjadi topik hangat di kalangan komunitas internasional. Pemerintah AS dan Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata, namun perjanjian tersebut telah dianggap sebagai bentuk penyerahan Iran tanpa syarat oleh Trump. Serangan Iran terhadap kapal kargo asal Singapura telah menimbulkan reaksi keras dari pemerintah AS, dan AS kembali menyerang wilayah Iran pada hari Jumat, 26 Juni. Aksi saling serang ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas internasional, dan keberadaan perjanjian gencatan senjata masih menjadi pertanyaan.

Tanggapan dari pemerintah AS dan Iran masih terbuka lebar. Pemerintah AS telah menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Iran, namun perjanjian tersebut dianggap sebagai bentuk penyerahan Iran tanpa syarat oleh Trump. Sementara Iran telah menanggapi serangan AS dengan menyerang lokasi-lokasi militer AS di kawasan Teluk pada hari Sabtu, 27 Juni. Aksi saling serang ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas internasional, dan keberadaan perjanjian gencatan senjata masih menjadi pertanyaan.

Pertanyaan Umum

Apakah Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata?
Ya, Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 17 Juni lalu