Siswi SD Sukabumi Diperkosa Teman Sebaya, Disdik-Polisi Turun Tangan
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Kasus kekerasan seksual anak di bawah umur di Sukabumi
- •Pihak keluarga korban melapor ke polisi
- •Kepolisian menangani kasus ini secara serius
Kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak di bawah umur telah menjadi sebuah perhatian serius di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang siswi kelas 3 SD berusia 10 tahun diduga diperkosa oleh teman dan kakak kelasnya. Pihak keluarga korban melapor ke polisi, dan kasus tersebut sedang ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi.
Tiga orang di bawah umur diduga menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap siswi SD kelas 3 tersebut. Satu pelaku berstatus siswa SMP diduga menjadi otak intelektual yang merekam aksi tersebut, sementara dua pelaku lainnya masih duduk di bangku SD. Pihak keluarga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini guna memberikan efek jera kepada para pelaku.
Kuasa hukum keluarga korban, Evelin Aprilianti, mengatakan siswi SD yang mengalami dugaan kekerasan seksual itu mengalami trauma berat hingga menunjukkan gejala halusinasi. Evelin menyebut memori kelam atas insiden tersebut terus membayangi keseharian sang anak. Korban juga mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk gangguan tidur dan halusinasi melihat sosok-sosok yang menakutkan.
Kepolisian telah menerima laporan polisi dan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan pelapor. Pihak mereka juga memfasilitasi visum terhadap korban di RSUD Palabuhanratu dan menyita sejumlah barang bukti dari lokasi. Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil saksi-saksi dan ketiga terduga pelaku untuk dimintai keterangan.
Kasus ini telah menjadi perhatian serius di masyarakat, dan pihak kepolisian memastikan akan menangani kasus ini secara serius dan ekstra hati-hati. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi juga menerjunkan tim khusus merespons kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan yang menimpa seorang siswi kelas 3 SD oleh teman sebayanya. Pihak kepolisian meminta masyarakat sekitar untuk tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.
