Siapa Orang Pertama yang Jelaskan Fenomena Gempa Bumi Secara Ilmiah?
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Aristoteles sebagai orang pertama yang menjelaskan gempa bumi
- •Gempa bumi di Lisbon pada tahun 1755
- •Pengamatan waktu dan lokasi gempa bumi
- •Penelitian tentang gempa bumi meluas
Gempa bumi adalah fenomena alam yang telah dihadapi oleh manusia sejak zaman kuno. Dalam sejarah, manusia telah mencoba menjelaskan fenomena ini, tetapi hanya beberapa orang yang berhasil menjelaskannya secara ilmiah. Aristoteles, salah satu filsuf terkenal Yunani kuno, dipercaya sebagai orang pertama yang mencoba menjelaskan gempa bumi berdasarkan fenomena alam. Ia berhipotesis bahwa angin di dalam bumi menghembuskan guncangan sesekali pada permukaan bumi.
Aristoteles mengelompokkan gempa bumi bersama dengan petir, badai, dan komet sebagai bagian dari fenomena atmosfer. Ia juga menjelaskan bahwa angin yang terkurung berusaha keras untuk mendesak keluar dari dalam bumi, yang mengakibatkan guncangan atau getaran di permukaan tanah. Meskipun hipotesis ini tidak sepenuhnya benar, tetapi ia telah membuka jalan bagi para ilmuwan lainnya untuk menjelaskan fenomena gempa bumi.
Pada abad ke-18, gempa bumi di Lisbon, Portugal, pada tahun 1755, menandai awal era modern seismologi. Peristiwa ini menimbulkan minat yang besar untuk menjelaskan fenomena gempa bumi. Para cendekiawan mulai meneliti tentang dampak, lokasi, dan waktu terjadinya gempa bumi. Mereka juga mulai mempelajari tentang pengamatan waktu dan lokasi gempa bumi serta studi tentang dampak fisik gempa bumi.
Pengamatan waktu dan lokasi gempa bumi dimulai dengan sungguh-sungguh, dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti John Michell di Inggris dan Elie Bertrand di Swiss. Setelah gempa di Chile pada tahun 1822, penulis Maria Graham melaporkan perubahan sistematis pada ketinggian garis pantai Chile. Pengamatan perubahan garis pantai dikonfirmasi setelah gempa Chile tahun 1835 oleh Robert FitzRoy, kapten HMS Beagle, sementara Charles Darwin berada di darat untuk memeriksa geologi Pegunungan Andes.
Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, penelitian tentang gempa bumi meluas dan kontribusi sekarang datang dari berbagai daerah yang terkena dampaknya, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Eropa, Rusia, Kanada, Meksiko, Cina, Amerika Tengah dan Selatan, Selandia Baru, dan Australia. Penelitian tentang gempa bumi telah mengalami perkembangan yang signifikan, dan sekarang kita telah memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang fenomena ini.
