TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Politik

Siapa Khalil Al Hayya, Bos Baru Hamas yang Otomatis Ditarget Israel?

Oleh Redaksi Berita Hari

Siapa Khalil Al Hayya, Bos Baru Hamas yang Otomatis Ditarget Israel?

Ringkasan Berita

  • Khalil Al Hayya dipilih sebagai bos baru Hamas
  • Beliau akan melanjutkan kepemimpinan Hamas sampai 2027
  • Khalil Al Hayya terus mendorong perjuangan untuk kemerdekaan Palestina

Khalil Al Hayya, Bos Baru Hamas yang Otomatis Ditarget Israel?

Kelompok Hamas Palestina memilih Khalil Al Hayya sebagai Kepala Biro Politik baru, menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam serangan Israel pada Oktober 2024 lalu. Ini merupakan perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan Hamas, yang telah menjadi salah satu organisasi teroris yang paling berpengaruh di wilayah Timur Tengah.

Khalil Al Hayya akan melanjutkan kepemimpinan Hamas sampai 2027, hingga pemilihan kepala baru digelar. Sebelumnya, beliau bertanggung jawab sebagai negosiator utama Hamas dalam pembicaraan gencatan senjata tidak langsung dengan Israel. Nama Khalil Al Hayya tak asing lagi dalam deretan aktivis Palestina, dan beliau juga merupakan sosok yang mengelola hubungan baik Hamas dengan Iran, sekutu regionalnya.

Latar belakang Khalil Al Hayya

Khalil Al Hayya lahir di Kota Gaza pada 5 November 1960, dalam bayang-bayang trauma Perang Arab-Israel 1967 dan pendudukan Israel setelahnya. Dia tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan konflik dan kekerasan, yang kemudian mempengaruhi perjalanan hidupnya. Khalil Al Hayya sudah tertarik soal politik sejak kecil dan menyaksikan penggerebekan militer di rumah keluarganya di Gaza dan penangkapan keluarganya.

Pertemuan penting dengan pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin, pada Maret 1980 membawanya masuk dalam aktivisme terorganisir. Khalil Al Hayya menempuh studi Islam dan memperoleh gelar sarjana dari Universitas Islam Gaza pada 1983, lalu melanjutkan pendidikannya dan mendapat gelar master dari Universitas Yordania pada 1986 dan gelar doktor dalam ilmu hadits dari Sudan pada 1997.

Perjalanan politik Khalil Al Hayya

Sebagai anggota pendiri Hamas pada 1987, Khalil Al Hayya berulang kali keluar masuk penjara Israel selama pemberontakan Palestina yang dikenal sebagai Intifada pertama. Selama masa penahanan, dia mengalami penyiksaan berat. Khalil Al Hayya resmi terjun ke dunia politik pada 2006 dan mengamankan kursi di Dewan Legislatif Palestina. Dia memimpin blok parlemen Hamas dan berulang kali menghadapi upaya pembunuhan yang dilakukan Israel.

Kehilangan keluarga besarnya tidak menyurutkan semangat dan posisinya sebagai tokoh sentral politik Hamas. Serangan udara Israel pada Mei 2007 di rumah Al Hayya menewaskan tujuh kerabatnya, termasuk dua saudara laki-lakinya. Setahun berikutnya, dia kehilangan putranya Hamza yang tergabung dalam Brigade Qassam. Serangan Israel pada tahun-tahun berikutnya menewaskan anggota keluarganya yang lain, termasuk putra sulung, istri, dan tiga anak mereka.

Kehadiran Khalil Al Hayya sebagai bos baru Hamas telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan Israel dan mitranya di Barat. Pemerintah Israel telah mengancam untuk menarget Khalil Al Hayya dan mengancam keamanan wilayahnya. Namun, Khalil Al Hayya tetap tegar dan terus mendorong perjuangan Hamas untuk kemerdekaan Palestina.

Dalam pernyataan terakhirnya, Khalil Al Hayya menyatakan bahwa Hamas akan terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina dan melawan kekuasaan Israel. Beliau juga menegaskan bahwa Hamas akan terus memperkuat hubungan dengan Iran dan sekutu regionalnya untuk memperoleh dukungan yang lebih kuat.

Khalil Al Hayya menjadi simbol perlawanan Palestina melawan kekuasaan Israel. Dia telah menerima banyak penghargaan dan pengakuan atas perjuangan dan kepemimpinannya. Namun, perjalanan hidupnya juga penuh dengan kesedihan dan kehilangan. Beliau telah kehilangan banyak anggota keluarganya dalam rentetan konflik berkepanjangan.

Kehadiran Khalil Al Hayya sebagai bos baru Hamas telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan Israel dan mitranya di Barat. Pemerintah Israel telah mengancam untuk menarget Khalil Al Hayya dan mengancam keamanan wilayahnya. Namun, Khalil Al Hayya tetap tegar dan terus mendorong perjuangan Hamas untuk kemerdekaan Palestina.

Pertanyaan Umum

Siapa Khalil Al Hayya?
Khalil Al Hayya adalah bos baru Hamas yang dipilih untuk menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam serangan Israel pada Oktober 2024 lalu.
Apa yang dilakukan Khalil Al Hayya?
Khalil Al Hayya akan melanjutkan kepemimpinan Hamas sampai 2027 dan terus mendorong perjuangan untuk kemerdekaan Palestina.