Said Iqbal Respons Sekjen dan Anggota Sayap Politik Partai Buruh Cabut
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Pengunduran diri Sekjen Ferri Nuzarli dan anggota ORI dari Partai Buruh
- •Said Iqbal menyatakan soliditas Partai Buruh tidak terpengaruh
- •Perbedaan pandangan, sikap, dan arah perjuangan antara ORI dan Partai Buruh
- •Pengurus yang mengikuti langkah tersebut tersebar di sejumlah daerah
- •Ferri mengklaim ORI bersama KSPSI Andi Gani merupakan organisasi inisiator terbesar di Partai Buruh
Partai Buruh Menghadapi Krisis Besar Setelah Sekjen dan Anggota ORI Keluar, Said Iqbal Menyatakan Soliditas Partai Tidak Terpengaruh. Pernyataan Sekjen Ferri Nuzarli yang menyebut dirinya bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) keluar dari partai menjadi perhatian utama. Namun, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan tidak ada komentar terkait pernyataan tersebut.
Said Iqbal mengatakan pengunduran diri kader merupakan hal yang lumrah dalam dinamika partai dan tidak memengaruhi soliditas Partai Buruh. Ia juga menegaskan bahwa partainya tetap akan melantik pengurus pleno tingkat pusat serta pengurus di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota pada Senin (29/6). Selain itu, Said juga memastikan kursi sekretaris jenderal akan diisi oleh kader internal partai.
Ferri Nuzarli sebelumnya mengatakan mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus keluar dari Partai Buruh. Bersamaan dengan itu, sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) juga menyatakan mundur dari partai tersebut. Menurut Ferri, keputusan tersebut diambil setelah ORI menilai terdapat perbedaan pandangan, sikap, dan arah perjuangan dengan Partai Buruh. Ia menjelaskan bahwa ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin Andi Gani Nena Wea.
Ferri juga menyatakan bahwa seluruh anggota ORI yang berjumlah sekitar 1,3 juta orang memutuskan keluar dari Partai Buruh secara kolektif. Ia menegaskan bahwa pengunduran diri dilakukan secara baik-baik dan tetap menjaga hubungan dengan Partai Buruh. Selain itu, Ferri juga menginstruksikan seluruh kader ORI dan KSPSI Andi Gani yang masih menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, mulai tingkat pusat hingga kecamatan, segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif.
Perlu diingat bahwa pengurus yang mengikuti langkah tersebut tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Ferri mengklaim ORI bersama KSPSI Andi Gani merupakan organisasi inisiator terbesar di Partai Buruh sehingga pengunduran diri tersebut akan berdampak signifikan terhadap partai.
Dalam konteks ini, perlu diingat bahwa masalah internal partai telah lama diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, berdasarkan evaluasi dan masukan dari pengurus di daerah, ORI memutuskan mengakhiri kerja sama politik dengan Partai Buruh. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan pandangan, sikap, dan arah perjuangan antara ORI dan Partai Buruh telah mencapai titik eksploitasif.
Pada akhirnya, pengunduran diri Sekjen Ferri Nuzarli dan anggota ORI merupakan peristiwa besar yang akan mempengaruhi dinamika partai. Namun, Said Iqbal menyatakan bahwa soliditas Partai Buruh tidak terpengaruh oleh peristiwa ini. Hal ini menunjukkan bahwa partai masih memiliki kekuatan untuk menghadapi krisis besar ini. Namun, perlu diingat bahwa peristiwa ini juga merupakan kesempatan bagi Partai Buruh untuk memulai perubahan dan memperbaiki diri.


