Purbaya Alokasikan 80 Persen Beasiswa LPDP untuk Menguatkan Industri STEM
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Pemerintah akan mengarahkan 80 persen beasiswa LPDP ke bidang STEM dan industri strategis
- •Purbaya: Pengembangan talenta menjadi fondasi utama untuk mendorong industrialisasi nasional
- •APBN 2026 difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi
- •Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif
Dalam rangka meningkatkan industri Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan sektor industri strategis, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa pemerintah akan mengarahkan sekitar 80 persen beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ke bidang-bidang tersebut. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan industrialisasi dan penguatan daya saing Indonesia.
Purbaya menyatakan bahwa kebijakan ini akan mulai berlaku pada tahun 2026, dengan fokus pada bidang STEM dan industri strategis seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan, semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju. Ia menilai bahwa pengembangan talenta menjadi fondasi utama untuk mendorong industrialisasi nasional. Oleh karena itu, pemerintah juga mengintegrasikan penguatan STEM dengan bidang ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi (SHARE) agar kemajuan teknologi tetap berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menyebutkan bahwa APBN akan terus diarahkan sebagai instrumen utama untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan industrialisasi berbasis talenta. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen dengan inflasi 3,08 persen yang ditopang surplus perdagangan, cadangan devisa memadai, pertumbuhan kredit yang tetap kuat, serta sektor manufaktur yang masih berada di zona ekspansif. Purbaya juga menyebutkan bahwa APBN 2026 difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberdayaan desa, koperasi dan UMKM, penguatan pertahanan negara, serta percepatan investasi dan perdagangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Purbaya juga mengatakan bahwa pemerintah akan terus memperkuat penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) melalui kolaborasi riset dengan berbagai perguruan tinggi lewat Center for Public Finance Research. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.


