PT Astra Membantu Desa Kemiren Banyuwangi untuk Meningkatkan Wisata Budaya
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •PT Astra membantu Desa Adat Kemiren di Banyuwangi untuk meningkatkan wisata budaya terkait suku asli Osing.
- •Desa Kemiren dipilih karena memiliki potensi sangat besar untuk menjadi destinasi unggulan pariwisata di Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi.
- •Pihak Astra telah memberikan pendampingan kepada masyarakat setempat melalui program Desa Sejahtera Astra, yang telah berlangsung sejak tahun 2024.
- •Desa Kemiren telah menerima lebih dari 3 ribu wisatawan setiap tahunnya, mulai dari dalam maupun luar negeri yang ingin merasakan langsung kehidupan masyarakat Osing.
PT Astra telah memberikan bantuan kepada Desa Adat Kemiren di Banyuwangi, Jawa Timur, dalam meningkatkan wisata budaya terkait suku asli Osing. Pihak Astra telah memberikan pendampingan kepada masyarakat setempat melalui program Desa Sejahtera Astra, yang telah berlangsung sejak tahun 2024.
Kepala Divisi Komunikasi Korporat Astra, Windy Riswantyo, mengatakan bahwa Desa Kemiren dipilih karena memiliki potensi sangat besar untuk menjadi destinasi unggulan pariwisata di Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi. Desa tersebut telah menjadi museum hidup suku Osing yang merupakan penduduk asli Banyuwangi. Mereka telah secara konsisten melestarikan kebudayaan seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, kuliner lokal, musik tradisional, dan arsitektur dalam kehidupan sehari-hari.
Windy menjelaskan bahwa lewat pendampingan Desa Sejahtera Astra, pihaknya membantu membangun ekosistem yang membuat budaya Osing tidak hanya bertahan, tetapi juga memberikan manfaat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan bagi masyarakat. Pihaknya juga membantu peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan hingga penyediaan sarana kesehatan dasar dan dukungan kesehatan ibu-anak.
Di bidang kewirausahaan, Astra memberikan penguatan pada sarana penunjang wisata, pemberdayaan UMKM lokal, peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga promosi dan pameran wisata budaya Osing sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren, Moh Edy Saputro, mengatakan bahwa selain budaya yang tetap dapat dilestarikan, hal itu juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Desa Kemiren telah menerima lebih dari 3 ribu wisatawan setiap tahunnya, mulai dari dalam maupun luar negeri yang ingin merasakan langsung kehidupan masyarakat Osing.
Peningkatan kunjungan itu, kata dia, juga sejalan dengan bertambahnya taraf ekonomi Desa Kemiren maupun sekitarnya. Desa telah memiliki total 50 homestay dengan total 92 kamar untuk menampung wisatawan. Selain itu, terdapat sekitar 40 pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor kuliner, kopi, hingga kerajinan tangan. Seluruh aktivitas wisata itu dikelola oleh 40 anggota Pokdarwis Desa Kemiren.
Hasilnya, Desa Kemiren telah meraih pelbagai penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Tahun lalu, desa ini masuk Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia dari United Nations Tourism, Badan Pariwisata PBB. Pada tahun yang sama, Desa Adat Kemiren juga meraih Internasional The 5th ASEAN Homestay Award dalam ajang Asean Tourism Award (ATA) 2025.
Windy menilai bahwa keberhasilan itu menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Lewat penguatan di lintas sektor, warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.