Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Rp4 Triliun Perkuat Riset Nasional
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Rp4 Triliun Perkuat Riset Nasional
- •Pemerintah Berencana Membangun Ekosistem Riset yang Lebih Terintegrasi
- •Riset Nasional Diharapkan dapat Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat Indonesia
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk memperkuat riset nasional, termasuk melalui penambahan anggaran riset sebesar Rp4 triliun. Arahannya ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun ekosistem riset yang lebih terintegrasi dan mampu menjawab berbagai tantangan nasional. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat menciptakan riset yang lebih efektif dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Arahannya ini disampaikan setelah Presiden Prabowo memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset sebesar Rp4 triliun pada pertemuan sebelumnya di Istana. Tindak lanjut dari arahan tersebut akan dilakukan bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Bappenas, serta BRIN untuk menyatukan arah kebijakan riset nasional. Hal ini bertujuan untuk menciptakan peta jalan riset nasional yang menjadi acuan agar seluruh kegiatan riset berjalan dalam satu desain besar dan riset yang dilakukan saling terintegrasi dan mendukung prioritas pembangunan nasional.
Prasetyo Hadi juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyusun peta jalan riset nasional yang menjadi acuan agar seluruh kegiatan riset berjalan dalam satu desain besar. Peta jalan riset ini akan digunakan sebagai acuan bagi seluruh kegiatan riset yang dilakukan oleh pemerintah dan akan membantu menciptakan riset yang lebih efektif dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat menciptakan riset yang lebih efektif dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Selain itu, Prasetyo Hadi juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo ingin riset yang dikembangkan tidak hanya menghasilkan temuan akademik, melainkan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjawab berbagai persoalan strategis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Hal ini dapat dilihat pada beberapa contoh riset yang telah dilakukan, seperti riset tentang sampah, riset energi, dan peralihan dari LPG menuju ke CNG. Riset-riset ini diharapkan dapat memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat dan membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Prasetyo Hadi juga menjelaskan bahwa Prabowo menghadiri pembukaan maupun penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 karena memandang kalangan akademisi sebagai aset intelektual terbaik bangsa yang memiliki peran penting dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan nasional. Oleh karena itu, dia menyebut Prabowo mengajak seluruh civitas academica untuk bekerja sama dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang keahlian masing-masing dalam semangat kebangsaan. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat menciptakan riset yang lebih efektif dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.


