Netanyahu Disoraki Mundur oleh Perwira Militer Israel: Kehadiran PM dalam Acara Wisuda Disambut Protes
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Protes terhadap Netanyahu terjadi di tengah gelombang demonstrasi yang terus berlangsung di Israel
- •Para demonstran menuntut digelarnya pemilu lebih awal dan menyalahkan pemerintah atas kegagalan menangani peristiwa 7 Oktober 2023
- •Protes terhadap Netanyahu bukanlah hal baru di Israel
Israel sedang menghadapi masalah politik yang sangat kompleks. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah dihadapkan pada tekanan besar untuk mundur dari jabatannya. Kejadian ini terjadi setelah kehadiran Netanyahu dalam acara wisuda perwira militer disambut protes pada Kamis (25/6).
Kehadiran Netanyahu dalam acara wisuda perwira militer di pangkalan militer Bahad 1 disambut teriakan slogan-slogan anti-pemerintah. Sejumlah peserta bahkan menyerukan agar Netanyahu mengundurkan diri saat sang PM menyampaikan pidato di acara tersebut. Menurut laporan harian Yedioth Ahronoth, teriakan tersebut pecah ketika Netanyahu berpidato dalam upacara kelulusan perwira tempur.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengklaim Israel saat ini "berada di puncak perang regional yang masih berlangsung." Ia juga menyatakan Israel telah "berhasil mengubah aturan permainan di kawasan, mematahkan tembok ketakutan, dan membuktikan kekuatan cengkeraman besinya." Aksi protes itu terjadi di tengah gelombang demonstrasi yang terus berlangsung di sejumlah kota di Israel menentang pemerintahan Netanyahu.
Para demonstran menuntut digelarnya pemilu lebih awal serta menyalahkan pemerintah atas kegagalan menangani peristiwa 7 Oktober 2023 yang memicu agresi brutal Israel ke Jalur Gaza Palestina dan dampaknya. Selain itu, para demonstran juga menekan Netanyahu soal perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kini dicap merugikan Tel Aviv menyusul deal-dealan Washington-Teheran untuk mengakhiri pertempuran.
Protes terhadap Netanyahu bukanlah hal baru di Israel. Sebelumnya, telah ada beberapa kali demonstrasi besar-besaran di sejumlah kota di Israel menentang pemerintahan Netanyahu. Namun, aksi protes pada Kamis (25/6) terlihat semakin massif dan berdampak besar terhadap keadaan politik di Israel.
Netanyahu telah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel selama lebih dari 15 tahun. Namun, kehadirannya dalam acara wisuda perwira militer pada Kamis (25/6) telah menunjukkan bahwa ia masih memiliki banyak tantangan untuk dihadapi.
Kehadiran Netanyahu dalam acara wisuda perwira militer juga menunjukkan bahwa ia masih percaya diri untuk terus menjabat sebagai Perdana Menteri Israel. Namun, aksi protes yang terjadi pada Kamis (25/6) telah menunjukkan bahwa ia masih memiliki banyak lawan yang siap untuk menghadapinya.
Dalam beberapa hari ke depan, kita akan melihat apakah protes terhadap Netanyahu akan terus meningkat atau tidak. Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa kehadiran Netanyahu dalam acara wisuda perwira militer pada Kamis (25/6) telah menunjukkan bahwa ia masih memiliki banyak tantangan untuk dihadapi.


