Nanik S Deyang Bantah MBG Politis dan Jelaskan Fungsi Program
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Nanik S Deyang membantah MBG politis
- •Program Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk mengintervensi pemberian gizi anak Indonesia
- •Nanik mengaku mundur dari jabatannya sebagai Kepala BGN karena masalah kesehatan
- •Nanik mungkin akan menjadi ketua dewan pengawas yang akan dibentuk Presiden Prabowo
Nanik S Deyang, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), membantah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto bertujuan politis. Ia menjelaskan bahwa program ini murni dijalankan untuk mengintervensi pemberian gizi anak Indonesia supaya mereka bisa tumbuh menjadi generasi emas.
Nanik mengatakan bahwa jika Program Makan Bergizi Gratis bertujuan politis, maka penerima manfaatnya yang mayoritas adalah anak-anak balita sampai SD tidak akan memiliki hak suara dalam waktu tiga tahun lagi. Jadi, klaim bahwa 82 juta penerima manfaat program ini bertujuan untuk Pemilu 2029 tidak tepat menurutnya. Ia menyarankan agar kita bersama-sama menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita.
Nanik juga mengklaim bahwa Program Makan Bergizi Gratis memberikan efek ganda, yaitu multiplier effect. Program ini telah berhasil menggerakkan ekonomi bawah atau ekonomi masyarakat. Terbukti kemarin, ketika program MBG libur selama tiga minggu karena liburan sekolah, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar harus membuang-buang sayur dan buahnya karena tidak terjual.
Nanik mengaku mundur dari jabatannya sebagai Kepala BGN karena masalah kesehatan. Ia juga meminta maaf kepada Presiden Prabowo karena harus mundur dan mengundurkan diri sebagai Kepala BGN. Presiden Prabowo menyetujui mundurnya Nanik karena prihatin dan kasihan dengan kondisinya.
Namun, meskipun disetujui mundur oleh Presiden Prabowo, Nanik mengaku diminta tetap mengawasi BGN. Nanik mungkin akan menjadi ketua dewan pengawas yang akan dibentuk Presiden Prabowo. Ia juga berbagi pengalaman yang mungkin masih bisa mencereweti bagi publik bahwa tidak semua jabatan berhubungan dengan uang dan kekuasaan.


