TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Teknologi

Meta Take Down AI Muse Image: Lebih dari Isu Privasi, Apa yang Terjadi?

Oleh Redaksi Berita Hari

Meta Take Down AI Muse Image: Lebih dari Isu Privasi, Apa yang Terjadi?

Ringkasan Berita

  • Meta menghentikan fitur Muse Image
  • Isu privasi di balik fitur Muse Image
  • Penghentian fitur Muse Image oleh Meta
  • Tekanan privasi pada perusahaan teknologi
  • Langkah-langkah untuk memberikan kendali atas konten publik

Dalam beberapa hari setelah diluncurkan, Meta mengumumkan bahwa mereka akan menutup fitur pembuatan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Muse Image. Fitur ini merupakan bagian dari Meta Superintelligence Labs dan terintegrasi ke dalam chatbot Meta AI. Dengan fitur ini, pengguna dapat memasukkan foto sebagai input dan langsung mengedit gambar hasil generasi lewat sketsa. Namun, fitur ini telah menjadi sorotan kritik soal isu privasi setelah diketahui bahwa status opt-in-nya otomatis aktif tanpa persetujuan eksplisit dari pengguna.

Pernyataan resmi Meta menegaskan bahwa niat mereka adalah menyediakan alat kreatif yang berguna dan memberi pengguna kendali atas apakah konten publik mereka bisa dirujuk dengan cara ini. Namun, Meta juga mengakui bahwa fitur ini telah meleset dari sasaran dan tidak lagi tersedia. Penghentian fitur ini didorong oleh kritik dari serikat pekerja Hollywood, SAG-AFTRA, yang mendesak anggotanya dan pengguna Instagram lain untuk mematikan fitur tersebut.

SAG-AFTRA menyatakan bahwa fitur ini tidak dapat diterima karena tidak memiliki opt-in yang jelas dan mencolok untuk jenis penggunaan gambar pengguna Instagram. Aktris Emmy Hannah Einbinder juga turut mengkritik fitur tersebut lewat akun Instagram pribadinya, menyebut bahwa fitur itu aktif secara otomatis dan mengajak pengguna lain untuk mematikannya. Setelah Meta memutuskan menarik fitur tersebut, SAG-AFTRA menyambut baik langkah itu, menyebutnya sebagai langkah yang bertanggung jawab.

Pembatalan fitur ini mencerminkan tekanan yang semakin besar terhadap perusahaan teknologi untuk memberi pengguna kendali yang jelas atas bagaimana konten yang mereka bagikan secara publik dimanfaatkan oleh fitur AI. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna semakin sadar akan pentingnya privasi dan keamanan data mereka dalam menggunakan teknologi.

Dalam beberapa tahun terakhir, sudah banyak perusahaan teknologi yang menghadapi kritik soal isu privasi. Pembatalan fitur Muse Image oleh Meta menunjukkan bahwa perusahaan ini juga mengakui pentingnya privasi pengguna dan siap untuk mengambil langkah-langkah untuk memberikan kendali yang lebih jelas atas konten publik mereka. Dengan demikian, pengguna dapat merasa lebih aman dan yakin bahwa data mereka tidak akan disalahgunakan oleh perusahaan teknologi.

Penghentian fitur Muse Image juga menunjukkan bahwa perusahaan teknologi harus lebih responsif terhadap kekhawatiran pengguna tentang privasi dan keamanan data. Mereka harus siap untuk mengambil langkah-langkah untuk memberikan kendali yang lebih jelas atas konten publik pengguna dan menghindari fitur-fitur yang dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna.

Dalam keseluruhan, pembatalan fitur Muse Image oleh Meta menunjukkan bahwa perusahaan teknologi harus lebih peduli dengan privasi dan keamanan data pengguna. Mereka harus siap untuk mengambil langkah-langkah untuk memberikan kendali yang lebih jelas atas konten publik pengguna dan menghindari fitur-fitur yang dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna.

Pertanyaan Umum

Mengapa Meta menghentikan fitur Muse Image?
Meta menghentikan fitur Muse Image karena isu privasi yang menyangkut status opt-in-nya otomatis aktif tanpa persetujuan eksplisit dari pengguna.