TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Kesehatan

Mengenal Proses Biologis di Balik Tato Permanen

Oleh Redaksi Berita Hari

Mengenal Proses Biologis di Balik Tato Permanen

Ringkasan Berita

  • Tato permanen dibuat menggunakan jarum yang menusuk kulit berulang kali
  • Tinta tato dimasukkan ke lapisan dermis untuk membuat pigmentasi permanen
  • Sel imun bernama makrofag membersihkan partikel tinta
  • Tinta tato dapat menimbulkan respons imun yang kuat
  • Warna tato dapat berubah-ubah seiring waktu

Tato sering dianggap sekadar gambar atau tinta di atas kulit. Padahal, di balik garis dan warna yang terlihat permanen itu, ada proses biologis yang cukup kompleks di dalam tubuh. Proses ini melibatkan berbagai komponen biologis, termasuk respons imun, sel kulit, dan sistem imun, yang bekerja sama untuk membuat tato bisa bertahan bertahun-tahun, bahkan seumur hidup.

Proses pembuatan tato permanen melibatkan tusukan jarum yang menusuk kulit berulang kali untuk memasukkan tinta ke lapisan dermis, yaitu lapisan kulit yang berada di bawah epidermis. Lapisan epidermis merupakan bagian kulit paling luar yang terus berganti dan mengelupas secara alami. Jika tinta hanya berada di lapisan ini, warnanya akan cepat hilang. Oleh karena itu, tinta tato dimasukkan lebih dalam ke dermis yang lebih stabil sehingga pigmen dapat bertahan lebih lama dan tentunya menghasilkan pigmentasi permanen.

Setelah tinta masuk ke kulit, sistem imun langsung merespons seperti saat tubuh mengalami luka kecil. Area kulit bisa menjadi merah, bengkak ringan, nyeri, atau terasa hangat selama proses penyembuhan. Dalam proses ini, sel imun bernama makrofag datang ke area kulit untuk membersihkan partikel tinta. Makrofag sendiri merupakan sel pertahanan tubuh yang bertugas menangkap benda asing, kuman, atau partikel yang masuk ke tubuh.

Penelitian dalam Journal of the American Academy of Dermatology (JAAD) menjelaskan bahwa sebagian pigmen tato kemudian tersimpan di dalam makrofag dan sel kulit lain seperti fibroblas, sehingga tinta tersebut tidak benar-benar hilang. Saat makrofag mati, partikel pigmen dapat dilepaskan lalu ditangkap kembali oleh makrofag lain. Siklus inilah yang membuat warna tato tetap bertahan lama di kulit. Meskipun demikian, proses pembuatan tato tetap memiliki risiko tertentu, terutama jika prosesnya tidak steril. Tinta tato yang terkontaminasi mikroorganisme dapat menyebabkan infeksi dan cedera serius karena zat berbahaya dapat masuk ke sistem darah atau limfatik.

Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian tentang tato permanen telah berkembang pesat. Dalam artikel yang dipublikasikan di National Library of Medicine, peneliti menjelaskan bahwa proses pembuatan tato permanen melibatkan interaksi antara tinta, kulit, dan sistem imun. Penelitian ini menunjukkan bahwa tinta tato dapat menimbulkan respons imun yang kuat, sehingga tubuh dapat mengenali tinta sebagai benda asing. Oleh karena itu, penting untuk memilih studio tato yang terpercaya dan menggunakan tinta yang steril untuk mengurangi risiko infeksi dan cedera serius.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa warna tato dapat berubah-ubah seiring waktu. Hal ini disebabkan oleh perubahan pigmen tato yang disimpan di dalam makrofag dan sel kulit lain. Oleh karena itu, penting untuk memilih warna tato yang tepat dan tidak terlalu terang, sehingga tidak menimbulkan efek sampingan yang tidak diinginkan. Dalam keseluruhan, proses biologis di balik tato permanen merupakan proses yang kompleks dan menarik yang harus dipahami oleh semua orang yang ingin memiliki tato permanen.

Pertanyaan Umum

Apa yang terjadi pada tubuh saat tato permanen?
Tubuh melakukan respons imun dan membersihkan partikel tinta dengan bantuan sel imun bernama makrofag.