TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Gaya Hidup

Mengapa Tinggal di Pinggiran Kota Kini Jadi Gaya Hidup Baru?

Oleh Redaksi Berita Hari

Mengapa Tinggal di Pinggiran Kota Kini Jadi Gaya Hidup Baru?

Ringkasan Berita

  • Tinggal di pusat kota tidak lagi menjadi impian banyak masyarakat urban
  • Kawasan suburban berkembang dengan konsep kota mandiri
  • Akses transportasi dan konektivitas menjadi pertimbangan utama

Tinggal di pusat kota pernah menjadi impian banyak masyarakat urban, terutama generasi milenial. Namun, tren tersebut kini mulai bergeser. Mereka mulai mencari hunian yang lebih terjangkau, tetapi juga lingkungan yang lebih nyaman untuk membangun keluarga. Para peneliti menilai perubahan kebutuhan hidup menjadi salah satu faktor utama.

Dalam satu dekade terakhir, milenial semakin banyak berpindah ke kawasan suburban atau pinggiran kota. Pergeseran ini paling banyak terjadi di kota-kota dengan harga properti yang tinggi dan ketersediaan rumah berukuran keluarga yang terbatas. Studi terbaru dari Harvard Joint Center for Housing Studies menunjukkan bahwa tren perpindahan ini semakin meningkat. Banyak milenial membutuhkan rumah yang lebih luas, lingkungan yang ramah anak, serta akses terhadap sekolah dan fasilitas umum. Sayangnya, kebutuhan tersebut semakin sulit dipenuhi di pusat kota dengan harga yang kian melambung.

Selain itu, biaya pendidikan dan pengasuhan anak juga menjadi pertimbangan. Tinggal lebih dekat dengan keluarga besar di kawasan pinggiran dinilai dapat memberikan dukungan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus membantu mengurangi beban biaya. Karena itu, kawasan suburban kini berkembang dengan konsep kota mandiri yang menawarkan berbagai fasilitas dalam satu kawasan. Melansir Cushman & Wakefield, fenomena ini dikenal sebagai urban expansion, yakni pertumbuhan kota yang tidak lagi terpusat di kawasan inti, melainkan meluas ke wilayah penyangga.

Konsep kota mandiri ini menghadirkan kawasan yang mengintegrasikan hunian, area komersial, pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga ruang publik dalam satu ekosistem. Tak hanya itu, berkembangnya sistem kerja hybrid dan fleksibel membuat banyak orang tidak lagi harus datang ke kantor setiap hari. Akibatnya, lokasi hunian yang sedikit lebih jauh dari pusat kota bukan lagi menjadi kendala selama didukung akses transportasi yang memadai. Di sisi lain, konektivitas tetap menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli rumah. Infrastruktur seperti jalan tol dan transportasi umum dinilai mampu memangkas waktu tempuh sehingga penghuni tetap dapat menjangkau pusat bisnis maupun kawasan strategis dengan lebih mudah.

Di kawasan pinggiran, Paramount Petals mengembangkan kawasan ini dengan mempersiapkan akses tol langsung. Pembangunan akses tol telah menyelesaikan konstruksi 100 persen dan kini memasuki tahap Pra Uji Laik Fungsi (ULF) serta Uji Laik Operasi (ULO). Selain itu, Paramount Petals juga terus mengembangkan fasilitas penunjang kawasan, mulai dari area komersial, layanan kesehatan, ruang komunitas, pusat kuliner, hingga pasar modern sebagai bagian dari konsep kota mandiri yang terintegrasi.

Tren perpindahan masyarakat urban ke kawasan pinggiran menunjukkan bahwa definisi hunian ideal telah berubah. Kini, banyak orang tidak lagi hanya mengejar lokasi yang dekat dengan pusat kota, tetapi juga mengutamakan keseimbangan antara harga yang lebih terjangkau, lingkungan yang nyaman, fasilitas yang lengkap, dan akses yang semakin mudah.

Pertanyaan Umum

Mengapa masyarakat urban mulai meninggalkan pusat kota?
Karena harga properti yang tinggi dan ketersediaan rumah berukuran keluarga yang terbatas di pusat kota
Apa itu konsep kota mandiri?
Konsep kota mandiri adalah kawasan yang mengintegrasikan hunian, area komersial, pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga ruang publik dalam satu ekosistem