Mendagri Minta IPDN Jaga Sistem Rekrutmen yang Bersih dan Transparan
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Mendagri Minta IPDN Jaga Sistem Rekrutmen yang Bersih dan Transparan
- •Tito Karnavian
- •Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
- •sistem rekrutmen
- •transparansi
- •akuntabilitas
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mempertahankan sistem rekrutmen yang bersih dan transparan. Hal ini disampaikan dalam pembekalan calon wisudawan di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (22/7).
Tito menyebutkan bahwa sistem penerimaan yang transparan dan akuntabel sangat penting bagi keberlangsungan lembaga. Langkah ini dinilai mampu mendongkrak kinerja organisasi secara optimal. Menurut Tito, rekrutmen yang salah menyumbang 60 persen kegagalan, sedangkan rekrutmen yang benar menyumbang 60 persen keberhasilan organisasi.
Tito juga mengingatkan seluruh jajaran terkait untuk menghindari praktik suap dalam proses penerimaan calon praja. Pemerintah tidak akan segan menindak tegas pihak yang melanggar aturan penerimaan calon praja. Praktik transaksional dalam penerimaan dinilai berdampak buruk pada kualitas lembaga, dan pada akhirnya hanya akan merugikan organisasi secara keseluruhan.
Dalam kesempatan tersebut, Tito melakukan pengecekan acak untuk menguji transparansi proses pendidikan secara langsung. Ia memanggil sepuluh calon wisudawan terbaik untuk berbincang akrab di atas panggung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para lulusan berprestasi tidak hanya berasal dari kalangan tertentu. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak praja berprestasi datang dari keluarga pekerja dan aparat berpangkat rendah.
Sistem murni tanpa suap membuat pemerintah merasa lega dan bangga terhadap institusi pendidikan ini. Kesempatan belajar terbuka bagi seluruh putra-putri bangsa secara merata. Tito juga mengungkapkan bahwa kondisi ini serupa dengan proses kelulusan pada tahun sebelumnya, di mana sebagian besar lulusan terbaik berasal dari masyarakat kelas menengah ke bawah.
Sebagai informasi, IPDN akan melantik total 1.204 praja dari berbagai wilayah di Indonesia pada tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas 728 laki-laki dan 476 perempuan. Dengan demikian, IPDN terus meningkatkan kualitas pendidikan dan rekrutmen, serta menciptakan kesempatan yang adil bagi semua warga negara untuk bergabung dalam lembaga ini.
Pemerintah akan terus mendukung IPDN dalam menjaga sistem rekrutmen yang bersih dan transparan. Hal ini akan membantu meningkatkan kinerja organisasi dan menciptakan kualitas yang lebih baik dalam proses pendidikan dan rekrutmen. Dengan demikian, IPDN akan terus menjadi salah satu lembaga pendidikan yang terkemuka di Indonesia.
Tito juga mengingatkan bahwa praktik transaksional dalam penerimaan dinilai berdampak buruk pada kualitas lembaga. Pemerintah tidak akan segan menindak tegas pihak yang melanggar aturan penerimaan calon praja. Dengan demikian, IPDN harus terus meningkatkan kualitas pendidikan dan rekrutmen, serta menciptakan kesempatan yang adil bagi semua warga negara untuk bergabung dalam lembaga ini.
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mengungkapkan bahwa sistem murni tanpa suap membuat pemerintah merasa lega dan bangga terhadap institusi pendidikan ini. Kesempatan belajar terbuka bagi seluruh putra-putri bangsa secara merata. Dengan demikian, IPDN terus meningkatkan kualitas pendidikan dan rekrutmen, serta menciptakan kesempatan yang adil bagi semua warga negara untuk bergabung dalam lembaga ini.


