Lari Marathon Bisa Picu Kerusakan Ginjal, Kenali Rhabdomyolysis
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Rhabdomyolysis adalah kondisi medis serius yang dapat terjadi ketika otot mengalami kerusakan berat dan melepaskan zat tertentu ke aliran darah.
- •Kerusakan otot yang berat dapat menyebabkan mioglobin, sebuah protein yang terkandung dalam sel otot, keluar dari sel dan masuk ke darah.
- •Gejala rhabdomyolysis tidak selalu langsung terasa setelah olahraga berat. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah kelelahan ekstrem, nyeri otot yang tidak biasa, tubuh lemas, pusing, urine gelap, atau frekuensi buang air kecil menurun.
Tren lari maraton telah menjadi semakin populer di kalangan masyarakat. Namun, aktivitas fisik berat seperti ini dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, terutama jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat. Rhabdomyolysis adalah kondisi medis serius yang dapat terjadi ketika otot mengalami kerusakan berat dan melepaskan zat tertentu ke aliran darah, yang dapat membebani ginjal.
Kerusakan otot yang berat dapat menyebabkan mioglobin, sebuah protein yang terkandung dalam sel otot, keluar dari sel dan masuk ke darah. Dalam jumlah banyak, mioglobin ini dapat mengganggu kerja ginjal dan menyebabkan cedera ginjal akut atau acute kidney injury. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami gejala-gejala rhabdomyolysis dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah kondisi ini terjadi.
Gejala rhabdomyolysis tidak selalu langsung terasa setelah olahraga berat. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah kelelahan ekstrem, nyeri otot yang tidak biasa, tubuh lemas, pusing, urine gelap, atau frekuensi buang air kecil menurun. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini setelah berolahraga, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi Tunggul Situmorang menekankan bahwa rhabdomyolysis perlu ditangani dengan cepat agar tidak berkembang menjadi cedera ginjal akut.
"Acute kidney injury artinya mendadak. Bisa terlihat kencingnya misalnya menjadi, proteinnya banyak kemudian kegelapan warna kencingnya," kata Tunggul. Ia menjelaskan bahwa perubahan warna urine itu berkaitan dengan mioglobin, yakni protein dari otot yang rusak dan masuk ke aliran darah. Jika rhabdomyolysis tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan cedera ginjal akut yang dapat berakibat fatal.
Meskipun rhabdomyolysis dapat terjadi pada siapa saja, namun risiko serupa juga dapat muncul pada olahraga lain yang melibatkan kerja otot dalam intensitas tinggi, termasuk hyrox. Oleh karena itu, memahami batas kemampuan tubuh dan peka terhadap sinyal kelelahan menjadi hal yang penting selama berolahraga. Jika Anda ingin berlari maraton atau olahraga lain yang berat, pastikan Anda untuk melakukan pemanasan yang gradual dan tidak memaksakan tubuh melewati batas. Dengan demikian, Anda dapat menghindari kerusakan ginjal dan menjaga kesehatan tubuh Anda.
Dalam beberapa kasus, rhabdomyolysis yang ditangani dengan cepat umumnya masih dapat dipulihkan. Menurut Tunggul, peluang pemulihan sangat bergantung pada tingkat keparahan cedera ginjal yang terjadi. Jika Anda mengalami gejala-gejala rhabdomyolysis, segera konsultasikan dengan dokter dan ikuti saran-saran yang diberikan untuk menghindari komplikasi yang lebih serius.
Jadi, jika Anda ingin berlari maraton atau olahraga lain yang berat, pastikan Anda untuk memahami gejala-gejala rhabdomyolysis dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah kondisi ini terjadi. Dengan demikian, Anda dapat menjaga kesehatan tubuh Anda dan melakukan olahraga dengan aman dan sehat.


