Komisi I DPR Minta Latsarmil Kopdes Dievaluasi Usai 3 Peserta Wafat
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Komisi I DPR RI meminta evaluasi dan perbaikan pelaksanaan latsarmil
- •Tiga peserta program SPPI meninggal dunia saat mengikuti pelatihan calon pengelola KDMP dan KNMP
- •Kemhan akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan
- •Pemerintah harus meningkatkan kualitas pemeriksaan kesehatan bagi para peserta latsarmil
Komisi I DPR RI meminta evaluasi dan perbaikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) setelah tiga peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti pelatihan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong evaluasi dan perbaikan pelaksanaan latsarmil, setelah tiga peserta program SPPI meninggal dunia saat mengikuti pelatihan calon pengelola KDMP dan KNMP di fasilitas TNI. Menurut Dave, bilamana harus ada yang diperbaiki atau diubah, itu merupakan masukan yang harus diterima untuk menyempurnakan program tersebut sehingga program yang dibuat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat ini benar-benar dapat berjalan dengan baik.
Dave juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya para peserta program tersebut. Menurutnya, pelaksanaan SPPI bagi calon pengelola Koperasi Desa dan Kampung Nelayan sejatinya telah didahului dengan asesmen kesehatan bagi para peserta. Namun, ia menilai evaluasi tetap perlu dilakukan sebagai bahan perbaikan ke depan.
Pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga telah mengonfirmasi tiga peserta program SPPI yang meninggal dunia saat menjalani latsarmil. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan bahwa dua peserta telah meninggal dunia akibat serangan panas dan henti jantung. Sementara itu, satu peserta lainnya meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat menjalani latsarmil.
Menurut Rico, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti latsarmil. Kendati demikian, Kemhan akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan agar peserta dapat mengikuti pelatihan secara aman. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komisi I DPR RI dan Kementerian Pertahanan harus bekerja sama untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan latsarmil. Dengan demikian, program SPPI dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi para pesertanya.
Kementerian Pertahanan juga harus meningkatkan kualitas pemeriksaan kesehatan bagi para peserta latsarmil. Dengan demikian, peserta dapat diidentifikasi dengan tepat apakah mereka memiliki kondisi fisik yang tidak memungkinkan mereka mengikuti pelatihan tersebut.
Pemerintah juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan keamanan di kalangan peserta latsarmil. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa pelatihan tersebut harus dilakukan dengan aman dan nyaman bagi para pesertanya.
Dalam jangka panjang, evaluasi dan perbaikan pelaksanaan latsarmil dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi para peserta. Dengan demikian, program SPPI dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi para pesertanya.
Pada akhirnya, evaluasi dan perbaikan pelaksanaan latsarmil dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi para peserta. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pertanyaan Umum
Apa yang dimaksud dengan latsarmil?
Berapa banyak peserta program SPPI yang meninggal dunia saat mengikuti pelatihan calon pengelola KDMP dan KNMP?
Berita Terkait

Hari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia Emas

Libur Telah Usai, MBG Kembali Disalurkan ke Sekolah: Peningkatan Kualitas dan Efektivitas
