Jepang Uji Hayabusa2, Wahana Pelindung Bumi dari Asteroid Berbahaya
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Misi flyby asteroid dekat Bumi
- •Wahana antariksa Jepang, Hayabusa2
- •Pertahanan planet dari asteroid berbahaya
- •Meningkatkan kemampuan wahana antariksa
Wahana antariksa Jepang, Hayabusa2, melakukan flyby atau terbang lintas asteroid dekat Bumi, Torifune, pada Minggu (5/7). Ini merupakan misi pengujian teknologi yang bisa kelak dapat membantu melindungi Bumi dari tumbukan batuan antariksa.
Flyby yang dilakukan Hayabusa2 ini merupakan salah satu misi penting dari Badan Antariksa Jepang (JAXA) dalam menguji kemampuan wahana antariksa dalam melindungi Bumi dari asteroid berbahaya. Wahana ini direncanakan melintas sekitar 1 kilometer dari pusat asteroid pada kecepatan 5 kilometer per detik atau sekitar 18.000 kilometer per jam. Tujuan utama dari misi ini adalah untuk mengetahui apakah wahana bisa dikendalikan secara presisi seandainya suatu saat perlu membelokkan asteroid berbahaya menjauh dari Bumi.
Juru bicara JAXA memastikan bahwa manuver flyby berlangsung lancar dan wahana bekerja normal. Hal ini ditandai dengan rekaman daring dari JAXA yang menunjukkan para ilmuwan bertepuk tangan di ruang kendali. Salah satu ilmuwan bahkan mengungkapkan bahwa mereka merasa gugup dan tegang sepanjang waktu, namun sangat senang karena berhasil menuntaskan misi ini. Jika dikonfirmasi bahwa wahana benar-benar melintas pada jarak sedekat itu, maka misi ini akan menjadi salah satu flyby terdekat ke asteroid dekat Bumi yang pernah dilakukan.
Misi flyby ini juga bertujuan untuk mengumpulkan data tentang asteroid Torifune, termasuk fitur geografis, tekstur, dan suhu. Informasi ini sangat penting untuk misi pertahanan planet, yaitu upaya mengidentifikasi dan memantau asteroid yang mendekati Bumi sejak dini serta mengambil langkah pencegahan bila ada risiko tabrakan. JAXA menyebut bahwa pertahanan planet ini didorong oleh kerja sama internasional yang berpusat di PBB.
Dalam konteks ini, misi Hayabusa2 tidak didasari ancaman nyata asteroid ke Bumi. Namun, dengan mengumpulkan data tentang asteroid Torifune, JAXA dan para ilmuwan dapat lebih siap menghadapi ancaman asteroid di masa depan. Misi ini juga merupakan bagian dari upaya JAXA untuk meningkatkan kemampuan wahana antariksa dalam melindungi Bumi dari asteroid berbahaya. Dengan demikian, misi Hayabusa2 dapat memberikan kontribusi penting dalam upaya perlindungan planet dari ancaman asteroid.
Pada masa depan, JAXA juga rencanakan untuk melakukan rendezvous dengan asteroid lain, 1998 KY26, pada tahun 2031. Asteroid ini memiliki diameter sekitar 30 meter dan akan menjadi sasaran eksplorasi rendezvous jenis pertama di dunia. Meskipun DART NASA sudah sukses, flyby ini dinilai sangat berharga oleh Patrick Michel, project scientist di European Space Agency (ESA). Ia menekankan bahwa citra dari wahana antariksa sangat menentukan dalam mengungkap informasi tentang asteroid dan kemampuan membelokkan asteroid dengan tumbukan.
Dalam keseluruhan, misi Hayabusa2 merupakan salah satu contoh penting dari upaya JAXA dalam menguji kemampuan wahana antariksa dalam melindungi Bumi dari asteroid berbahaya. Dengan mengumpulkan data tentang asteroid Torifune dan meningkatkan kemampuan wahana antariksa, JAXA dapat lebih siap menghadapi ancaman asteroid di masa depan.


