Ibrahimovic Semprot Koeman Setelah Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Zlatan Ibrahimovic mengkritik Ronald Koeman
- •Belanda disingkirkan oleh Maroko dari Piala Dunia 2026
- •Identitas Belanda hilang dalam pertandingan
Piala Dunia 2026 menjadi ajang yang penuh kesalahpahaman bagi timnas Belanda. Legenda timnas Swedia, Zlatan Ibrahimovic, tidak menanggapi kekalahan Belanda dengan sabar. Ia mengkritik pelatih Ronald Koeman setelah Maroko mengalahkan Belanda melalui adu penalti di babak 32 besar.
Maroko membuat kejutan yang besar di Piala Dunia 2026. Mereka mengalahkan Belanda dengan skor 3-2 melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 di babak pertama. Kejutan ini sama dengan kejutan Paraguay yang mengalahkan Jerman sebelumnya. Cody Gakpo memberikan keunggulan pada menit ke-72, tetapi kemenangan Belanda sirna setelah Issa Diop mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+1.
Gol Diop itu nyatanya menjadi petaka bagi Belanda. Maroko memaksa Belanda bermain hingga adu penalti. Dalam babak 'tos-tosan' itu, Maroko menang 3-2 atas Belanda. Zlatan Ibrahimovic tidak sabar menanggapi kekalahan Belanda. Ia menyebut kekalahan Belanda merupakan kesalahan pelatih Ronald Koeman. Menurut Ibrahimovic, kekalahan ini adalah karena ia tidak mengenali tim Belanda yang bermain selama ini.
Ibrahimovic juga mengatakan bahwa Belanda bermain seperti timnas Italia yang lebih fokus pada pertahanan. Ini berbeda dengan identitas Belanda yang seharusnya menyerang dengan total footbal. Menurut Ibrahimovic, Belanda bermain seperti timnas Italia yang bermain untuk tidak kalah, bukan untuk menang. Ini membuatnya marah karena identitas Belanda yang seharusnya menyerang hilang dalam pertandingan tersebut. Tidak seperti Belanda yang selama ini dikenal dengan 'total footbal', tim Belanda yang bermain pada Piala Dunia 2026 tidak menunjukkan identitas yang sama.
Ibrahimovic yang pernah bermain untuk Ajax Amsterdam juga mengatakan bahwa Belanda bermain dengan cara yang tidak biasa. Mereka tidak menunjukkan penguasaan bola dan menyerang yang biasa mereka tunjukkan. Ini membuatnya kesal karena identitas Belanda yang seharusnya menyerang hilang dalam pertandingan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa kekalahan Belanda bukan hanya kesalahan Koeman, tetapi juga identitas Belanda yang hilang dalam pertandingan tersebut. Ia berharap Belanda dapat menemukan kembali identitas mereka sebagai timnas yang menyerang dengan total footbal.


