Gunung Karangetang Erupsi, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya di Sulawesi Utara
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Gunung Karangetang di Sulawesi Utara mengalami erupsi pada Minggu (12/7) malam
- •Erupsi ini diawali dengan erupsi bertipe strombolian (eksplosif lemah) setinggi sekitar 100 meter
- •Personel BPBD Kabupaten Sitaro tetap siaga memantau dinamika alam dan cuaca
- •Masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya
Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara mengalami erupsi pada Minggu (12/7) malam. Erupsi ini diawali dengan erupsi bertipe strombolian (eksplosif lemah) setinggi sekitar 100 meter diikuti suara dentuman, lontaran material pijar jatuh di sekitar kawah. Aktivitas Gunung Karangetang terjadi pada Minggu (12/7) sekitar pukul 19:14 WITA.
Berdasarkan keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi ini diawali dengan erupsi bertipe strombolian (eksplosif lemah) setinggi sekitar 100 meter diikuti suara dentuman, lontaran material pijar jatuh di sekitar kawah. Kemudian, pada hari ini, BPBD setempat melaporkan terjadi kebakaran ilalang di sekitar puncak gunung, namun berhasil dipadamkan.
Personel BPBD Kabupaten Sitaro tetap siaga memantau dinamika alam dan cuaca untuk meminimalkan potensi karhutla akibat kejadian erupsi gunung api. Pemerintah daerah setempat juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada warga agar tetap waspada dengan dinamika alam yang mungkin terjadi. Aktivitas harian masyarakat pada hari ini dilaporkan tetap berjalan dengan normal dan seperti biasanya.
Gunung Karangetang memiliki ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut ini mengalami peningkatan aktivitas sejak awal bulan Juli tahun ini. Selama periode 1-11 Juli, terekam 12 kali gempa guguran, 83 gempa hembusan, 7 kali tremor harmonik, 32 kali tremor non-harmonik, 10 kali gempa hybrid/fase banyak. Kemudian 41 kali gempa vulkanik dangkal, 21 kali gempa vulkanik dalam, 3 kali gempa tektonik lokal, 4 kali gempa terasa pada skala I-III MMI dan 127 gempa tektonik jauh.
Dengan catatan aktivitas tersebut, PVMBG menyatakan tingkat aktivitas masih dalam level II atau waspada. Status aktivitas gunung ini belum berubah sejak 11 Januari 2025. BNPB mengimbau masyarakat yang berada di sekitar wilayah kawasan rawan bencana untuk mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh otoritas terkait. Masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 km.
Selain itu, BNPB meminta masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. Waspadai pula guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.


