TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Viral

Gunung Anak Krakatau Meledak-ledak yang Viral Ternyata Hoaks, Masyarakat Diingatkan untuk Mengacu pada Sumber Resmi

Oleh Redaksi Berita Hari

Gunung Anak Krakatau Meledak-ledak yang Viral Ternyata Hoaks, Masyarakat Diingatkan untuk Mengacu pada Sumber Resmi

Ringkasan Berita

  • Gunung Anak Krakatau meledak-ledak yang viral ternyata hoaks
  • Masyarakat diingatkan untuk mengacu pada sumber resmi
  • Peningkatan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II menjadi Level III
  • Polda Lampung meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi dampak aktivitas vulkanik

Gunung Anak Krakatau, yang merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia, baru-baru ini mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Peningkatan ini telah menyebabkan pihak otoritas untuk meningkatkan status aktivitas gunung berapi dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Kamis (2/7) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Peningkatan status Level Siaga ini dilakukan karena meningkatnya gempa vulkanik dangkal, emisi gas sulfur dioksida, deformasi tubuh gunung, dan terjadinya rentetan erupsi. Dengan demikian, pihak otoritas mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati gunung berapi dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah dan selalu memantau perkembangan lewat jalur resmi.

Namun, baru-baru ini muncul video yang menampilkan letusan besar Gunung Anak Krakatau disertai semburan api di perairan Selat Sunda pada malam hari. Video ini sempat memicu beragam tanggapan dari warganet, tetapi petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) menegaskan bahwa rekaman video tersebut bukanlah dokumentasi aktivitas erupsi terbaru dari GAK.

Menanggapi ramainya rekaman video viral di medsos, petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, mengeaskan bahwa rekaman yang beredar bukanlah kondisi GAK saat ini. Andi menambahkan bahwa erupsi terakhir GAK terjadi pada Jumat sekitar pukul 15.00 WIB, dan setelah itu, belum teramati kembali adanya aktivitas erupsi.

Meski tidak ada letusan baru, status GAK masih berada pada level III (Siaga) dan masyarakat diminta untuk mematuhi rekomendasi Badan Geologi agar tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah gunung berapi. Petugas Pos Pantau GAK juga mengimbau agar masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan demi keselamatan.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia mengimbau agar masyarakat selalu mengacu pada informasi yang disampaikan dari instansi resmi seperti Badan Geologi, BMKG, BPBD, dan Pemerintah daerah setempat. Ia juga mengungkapkan bahwa Polda Lampung telah meningkatkan kesiapsiagaan setelah status aktivitas GAK dinaikkan menjadi Level III (Siaga).

Polda Lampung telah mengaktifkan Satgas Maan Nusa, memperkuat Posko Bencana Alam, dan meningkatkan patroli di wilayah pesisir untuk mengantisipasi potensi dampak aktivitas vulkanik. Petugas Pos Pantau GAK juga menegaskan bahwa mereka telah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Instansi terkait lainnya agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu jika aktivitas GAK terus meningkat.

Dengan demikian, masyarakat diingatkan untuk selalu memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui jalur resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pertanyaan Umum

Apakah video Gunung Anak Krakatau yang viral benar-benar hoaks?
Menurut petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, video yang beredar bukanlah dokumentasi aktivitas erupsi terbaru dari GAK.