Di Balik Kepulan Asap Ganja, Ada Ancaman Nyata Krisis Iklim
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Industri budidaya ganja memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan iklim
- •Penelitian terbaru menunjukkan bahwa industri ini menghasilkan emisi gas rumah kaca sebesar 44 juta ton CO2 per tahun
- •Dampak industri budidaya ganja dipengaruhi oleh lokasi budidaya
Industri budidaya ganja telah menjadi sorotan baru terkait dampaknya terhadap perubahan iklim. Sebagai salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca, industri ini telah luput dari perhatian publik. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa industri budidaya ganja memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan iklim.
Penelitian yang dipublikasikan oleh Evan Mills, peneliti afiliasi di Lawrence Berkeley National Laboratory, menemukan bahwa industri budidaya ganja di Amerika Serikat menghasilkan emisi gas rumah kaca sebesar 44 juta ton CO2 per tahun. Angka ini setara dengan emisi 10 juta kendaraan atau 6 juta rumah tangga, dan mewakili sekitar 1 persen dari total emisi nasional AS di semua sektor. Biaya energinya mencapai US$11 miliar per tahun.
Dampak industri budidaya ganja terhadap perubahan iklim tidak hanya terbatas pada emisi gas rumah kaca. Riset dari Colorado State University juga menunjukkan bahwa budidaya ganja dalam ruangan menyumbang sekitar 1,7 persen dari total emisi gas rumah kaca tahunan negara bagian Colorado. Angka ini sebanding dengan emisi dari sektor penambangan batu bara. Penyumbang terbesar emisi tersebut adalah sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) untuk menjaga kondisi optimal tanaman, lampu tanam berintensitas tinggi, serta penggunaan karbon dioksida tambahan guna memacu pertumbuhan.
Dampak industri budidaya ganja tidak hanya terbatas pada negara bagian Colorado. Riset dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa dua pertiga dari 24.000 ton ganja yang diproduksi setiap tahun, baik legal maupun ilegal, ditanam di dalam ruangan tertutup. Konsumsi listrik industri ganja AS bahkan melampaui sektor penambangan mata uang kripto maupun gabungan seluruh sektor pertanian lainnya. Bagi pengguna harian yang mengonsumsi ganja hasil budidaya dalam ruangan, jejak karbon dari kebiasaan itu bisa mencapai hampir setengah dari total konsumsi energi seluruh rumah tangga mereka.
Dampak industri budidaya ganja terhadap perubahan iklim juga dipengaruhi oleh lokasi budidaya. Memproduksi satu ons (28 gram) ganja kering di Oahu timur, Hawaii, menghasilkan emisi setara dengan membakar sekitar 60 liter bensin, lebih dari dua kali lipat dibanding memproduksi jumlah yang sama di California selatan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan dampak industri budidaya ganja terhadap perubahan iklim dan mencari solusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari industri ini.
Dalam waktu dekat, industri budidaya ganja diharapkan akan terus berkembang. Namun, penting untuk memastikan bahwa pengembangan industri ini tidak berdampak pada perubahan iklim. Oleh karena itu, perlu adanya peraturan yang ketat terhadap industri budidaya ganja, serta peningkatan kesadaran akan dampaknya terhadap perubahan iklim. Dengan demikian, industri budidaya ganja dapat berkembang secara berkelanjutan dan tidak berdampak pada perubahan iklim.


