TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Kesehatan

Candu yang Mengikat: Bagaimana Narkoba Mengubah Otak

Oleh Redaksi Berita Hari

Candu yang Mengikat: Bagaimana Narkoba Mengubah Otak

Narkoba tidak hanya memengaruhi kehidupan seseorang, tetapi juga mengubah struktur dan fungsi otak. Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana narkoba mengubah otak dan apa yang terjadi pada otak saat seseorang menggunakan narkoba. Selain itu, kita juga akan membahas tentang faktor risiko dan cara mengatasi kecanduan narkoba.

Otak adalah pusat komando aktivitas manusia, mulai dari bernapas hingga berkarya. Otak bekerja melalui neuron sebagai pengirim pesan, dan neuron melepaskan zat kimia berupa neurotransmitter untuk diterima neuron lain. Setelah itu, transporter membantu mendaur ulang neurotransmitter agar sinyal berhenti tepat waktu. Proses ini menjaga komunikasi otak tetap seimbang dan teratur.

Namun, narkoba dapat mengganggu proses ini. Narkoba seperti ganja dan heroin meniru struktur neurotransmitter alami tubuh, sehingga zat tersebut dapat menempel pada reseptor neuron dan mengirimkan sinyal yang tidak normal. Amfetamin dan kokain dapat memicu pelepasan neurotransmitter dalam jumlah berlebihan atau menghambat proses daur ulangnya. Akibatnya, komunikasi antarneuron menjadi kacau.

Narkoba dapat membajak otak melalui beberapa area otak yang terdampak dari penggunaannya. Salah satunya adalah basal ganglia, yang berperan penting dalam rasa senang, motivasi, dan pembentukan kebiasaan. Saat narkoba digunakan, sirkuit ini menjadi terlalu aktif dan memunculkan euforia. Namun, ketika narkoba digunakan berulang kali, otak akan beradaptasi sehingga seseorang makin sulit merasakan kesenangan dari hal normal selain narkoba.

Bagian lain yang terdampak adalah amigdala, yang berkaitan dengan stres, kecemasan, mudah marah, dan rasa tidak nyaman. Setelah efek narkoba hilang, area ini berperan dalam munculnya gejala withdrawal atau putus zat. Seiring waktu, pengguna tak lagi memakai narkoba untuk merasa senang, tetapi untuk meredakan rasa tidak nyaman tersebut.

Prefrontal cortex juga terdampak, yang berfungsi untuk berpikir, merencanakan, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan mengendalikan impuls. Jika area ini terganggu, seseorang akan lebih sulit menahan dorongan untuk memakai narkoba.

Kecanduan narkoba dapat terjadi melalui tiga tahap sederhana. Pertama, munculnya keinginan yang sangat kuat terhadap zat tertentu bisa terjadi karena adanya sistem reward dan dorongan dopamine. Dopamine membantu otak membentuk kebiasaan, sehingga manusia cenderung mengulangi aktivitas yang terasa memberi kepuasan. Narkoba melepaskan dopamine dua hingga sepuluh kali lebih banyak ketimbang reward alami, dan otak tidak mudah bertahan menghadapi banjir sinyal tersebut.

Tahap berikutnya, seseorang bisa kehilangan kontrol atas penggunaan narkoba. Hal ini terjadi ketika lonjakan dopamine terjadi berulang kali, sehingga otak mulai beradaptasi. Salah satu bentuk adaptasinya, yakni mengurangi jumlah dan sensitivitas reseptor dopamine. Dalam kondisi ini, pengguna mulai mengonsumsi lebih banyak zat bukan lagi untuk merasa 'high', melainkan untuk merasa normal.

Pada titik ini, perilaku kompulsif mulai mengambil alih. Ini menjadi tahap selanjutnya ketika seseorang memakai narkoba meskipun dampaknya sudah jelas merugikan. Proses ini terjadi juga pada kecanduan zat alkohol maupun opioid, kelompok besar obat pereda nyeri yang sangat kuat. Otak mulai memperlakukan zat-zat tersebut sebagai sesuatu yang lebih penting ketimbang kebutuhan dasar seperti makan.

Sekarang, kita tahu bahwa kecanduan narkoba bukanlah karena moral lemah, tetapi karena perubahan struktur dan fungsi otak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang cara kerja dan pengaruh narkoba terhadap otak, hingga faktor risikonya agar kita bisa menyadari betapa berbahayanya zat adiktif ini.

FAQ: * Apa yang terjadi pada otak saat seseorang menggunakan narkoba? Otak mengalami perubahan struktur dan fungsi, termasuk mengalami gangguan komunikasi antarneuron. * Bagaimana narkoba dapat membajak otak? Narkoba dapat membajak otak melalui beberapa area otak yang terdampak dari penggunaannya, seperti basal ganglia, amigdala, dan prefrontal cortex. * Apa yang dapat menyebabkan kecanduan narkoba? Kecanduan narkoba dapat terjadi karena adanya sistem reward dan dorongan dopamine, serta perubahan struktur dan fungsi otak.

Gambar:

* Otak yang seimbang dan teratur * Narkoba yang mengganggu komunikasi antarneuron * Basal ganglia yang terdampak * Amigdala yang terdampak * Prefrontal cortex yang terdampak

Kata kunci: * otak * narkoba * kecanduan * basal ganglia * amigdala * prefrontal cortex * dopamine * sistem reward * adaptasi otak