TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Politik

Briptu Pradika Klarifikasi Pemerasan BBM Rp50 Juta, Minta Jangan Ditutup-Tutupi

Oleh Redaksi Berita Hari

Briptu Pradika Klarifikasi Pemerasan BBM Rp50 Juta, Minta Jangan Ditutup-Tutupi

Ringkasan Berita

  • Briptu Pradika mengklarifikasi dugaan pemerasan
  • Kode tangan yang ia tunjukkan bukanlah tanda permintaan uang Rp50 juta
  • Pihak Komisi III DPR meminta klarifikasi dari Briptu Pradika
  • Dugaan pemerasan telah menimbulkan kekhawatiran di masyarakat

Anggota Polres Way Kanan, Briptu Pradika, telah mengklarifikasi dugaan pemerasan yang ia lakukan terhadap sepasang suami istri penjual BBM eceran, Hartono dan Supiah. Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Komisi III DPR, Briptu Pradika menjelaskan bahwa kode tangan yang ia tunjukkan kepada Supiah dan Hartono saat pemeriksaan bukanlah tanda permintaan uang Rp50 juta, melainkan refleks karena ia sedang fokus melakukan pemeriksaan.

Dugaan pemerasan ini timbul setelah Hartono ditahan dalam kasus penimbunan BBM. Namun, penahanan itu menuai polemik dan viral di media sosial, terutama buntut dugaan pemerasan senilai Rp50 juta. Dalam rapat, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman sempat murka dan mempertanyakan dugaan pemerasan tersebut.

Briptu Pradika menjelaskan bahwa ia telah menolak penawaran Rp10 juta yang disampaikan oleh Hartono dan Supiah. Ia mengaku bahwa kasus tersebut merupakan perintah atasan, sehingga ia tidak boleh menerima uang atau melakukan pemerasan. Namun, dugaan pemerasan ini telah menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, dan pihak Komisi III DPR meminta klarifikasi dari Briptu Pradika.

Dalam menjelaskan kronologi dugaan pemerasan, Supiah mengatakan bahwa rumahnya sempat didatangi anggota Polres Way Kanan di suatu malam awal Mei lalu. Kala itu, ia dan suami dibawa ke Polsek untuk menjalani pemeriksaan. Namun, di tengah pemeriksaan Briptu Pradika sempat memberi kode permintaan uang Rp50 juta. Menurut Supiah, ia dan suami tidak memiliki jumlah tersebut dan mencoba menawarkan Rp10 juta.

Pihak Komisi III DPR meminta klarifikasi dari Briptu Pradika karena dugaan pemerasan ini telah menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Mereka juga mengingatkan agar tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, terutama dugaan suap Rp50 juta dalam kasus tersebut. Mereka juga menyatakan bahwa pihaknya ingin membenahi kinerja Polri hingga daerah dan meminta kepada pihak Polri untuk memberikan klarifikasi yang jelas tentang dugaan pemerasan ini.

Dalam kesimpulan, Briptu Pradika telah mengklarifikasi dugaan pemerasan yang ia lakukan terhadap sepasang suami istri penjual BBM eceran, Hartono dan Supiah. Ia menjelaskan bahwa kode tangan yang ia tunjukkan kepada Supiah dan Hartono saat pemeriksaan bukanlah tanda permintaan uang Rp50 juta, melainkan refleks karena ia sedang fokus melakukan pemeriksaan. Namun, dugaan pemerasan ini telah menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, dan pihak Komisi III DPR meminta klarifikasi dari Briptu Pradika.

Pertanyaan Umum

Briptu Pradika mengklarifikasi apa?
Dugaan pemerasan yang ia lakukan terhadap sepasang suami istri penjual BBM eceran, Hartono dan Supiah
Kode tangan yang Briptu Pradika tunjukkan apa maksudnya?
Refleks karena ia sedang fokus melakukan pemeriksaan