BMKG Ungkap Daftar 16 Wilayah dengan Suhu Terpanas di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •BMKG mengungkap musim kemarau semakin meluas di Indonesia
- •Suhu maksimum mencapai 33,9°C-35,4°C di beberapa wilayah
- •Fenomena El Nino berpeluang mencapai intensitas kuat sebesar 98 persen
- •BMKG mengingatkan perubahan suhu laut dapat memengaruhi pola hujan dan cuaca ekstrem
- •Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengungkap bahwa musim kemarau semakin meluas di wilayah Indonesia. Sejumlah wilayah telah mencatat suhu tinggi, sehingga cuaca terasa sangat panas dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan catatan BMKG pada periode 29-30 Juni 2026, suhu maksimum lebih rata-rata suhu maksimum berkisar antara 33,9°C-35,4°C tercatat di sejumlah daerah, mayoritas Pulau Jawa.
BMKG juga mengungkap bahwa musim kemarau semakin meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Hasil analisis Dasarian III atau 10 hari ketiga Juni 2026, wilayah-wilayah yang sudah masuk musim kemarau meliputi sebagian kecil wilayah Sumatra Utara, Jambi, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta sebagian wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Maluku. Musim kemarau ini sejalan dengan hasil pemantauan dinamika atmosfer pada skala global. Pada Dasarian II Juni 2026, anomali Suhu Permukaan Laut (SST) di region Nino 3.4 tercatat sebesar +1,61, yang menunjukkan kondisi hangat yang telah melewati ambang batas Netral selama tujuh dasarian berturut-turut.
BMKG memprakirakan, dalam beberapa hari ke depan sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami curah hujan dengan kategori rendah, yakni kurang dari 50 mm per dasarian. Kondisi tersebut mempertegas pola musim kemarau yang semakin meluas di Tanah Air. Penurunan curah hujan ini diprediksi terjadi di berbagai pulau di Indonesia, mulai dari sebagian Pulau Sumatra, Banten, hingga sepanjang wilayah Nusa Tenggara Timur. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, hingga meluas ke berbagai wilayah di Papua.
Fenomena El Nino juga berpeluang mencapai intensitas kuat sebesar 98 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dari prediksi sebelumnya di angka 62 persen. Menurut BMKG, anomali suhu permukaan laut (SST) di wilayah Nino 3.4 tercatat sebesar +1,61 pada periode tersebut. BMKG menyebut angka ini menunjukkan kondisi hangat yang telah melewati ambang batas Netral selama tujuh dasarian berturut-turut.
BMKG juga mengingatkan bahwa perubahan suhu laut di Samudra Pasifik (ENSO) dan Samudra Hindia (IOD) dapat memengaruhi pola hujan, suhu udara, hingga potensi cuaca ekstrem di Indonesia. Adapun nilai Dipole Mode Indeks (IOD) saat ini tercatat -0,298 yang menunjukkan bahwa IOD dalam fase netral. Dengan demikian, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghadapi cuaca ekstrem yang potensial terjadi.
BMKG juga mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti informasi dari BMKG melalui media sosial dan situs web resmi untuk tetap terinformasi tentang perkembangan cuaca di Indonesia.
Pertanyaan Umum
Apa yang dimaksud dengan musim kemarau?
Apa yang menyebabkan musim kemarau?
Berita Terkait

Kebakaran Hutan di Prancis Meluas dan Menghanguskan 500 Hektare Lahan

Kota Kecil Meksiko Terpilih Jadi Kota Terbaik Dunia 2026 untuk Wisatawan
