BKKBN: Ayah Wajib Hadir dalam Pembangunan Keluarga, Tidak Cuma Mencari Nafkah
Oleh Redaksi Berita Hari

Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam pembangunan keluarga. Ayah tidak hanya harus mencari nafkah, tetapi juga harus aktif berpartisipasi dalam pengasuhan, pengambilan keputusan, dan perencanaan keluarga.
Pesan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Reproduksi Kesehatan Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin, dalam media briefing bertajuk 'Program Sinergitas: Melibatkan Pria dalam Kesetaraan Reproduksi'. Wahidin mengatakan bahwa kehadiran ayah bukan hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga keterlibatan aktif dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyatakan bahwa masih banyak ayah yang menganggap tugas utamanya selesai setelah mencari nafkah, padahal itu tidaklah cukup.
Wahidin mengatakan bahwa tema 'Ayah Wajib Hadir' juga berkaitan dengan upaya mendorong keterlibatan pria dalam kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan ayah diharapkan tidak hanya membuat perencanaan keluarga menjadi lebih baik, tetapi juga mendorong partisipasi pria dalam program keluarga berencana. Dengan demikian, ayah dapat berkontribusi dalam melakukan kontrasepsi atau keluarga berencana.
Ketua Tim Kerja Penyedia KB Pria Kemendukbangga/BKKBN, Raymond Nadeak, juga menyatakan bahwa tema Harganas tahun ini menandai perubahan paradigma, dari peran ayah yang selama ini cenderung pasif menjadi lebih aktif. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan ayah diharapkan dapat membantu menurunkan angka kematian ibu maupun bayi di Indonesia. Pembangunan keluarga tidak bisa lagi dipandang sebagai tanggung jawab ibu semata, tetapi harus dijalankan bersama-sama oleh ayah dan ibu.
Dalam kesimpulan, BKKBN menekankan bahwa ayah harus hadir dalam pembangunan keluarga, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pengasuh, pengambil keputusan, dan perencana. Dengan demikian, keluarga dapat menjadi lebih kuat dan harmonis, dan angka kematian ibu maupun bayi dapat menurun.
Excerpt: BKKBN menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam pembangunan keluarga, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pengasuh, pengambil keputusan, dan perencana.
Summary: - Ayah harus hadir dalam pembangunan keluarga - Pembangunan keluarga tidak bisa lagi dipandang sebagai tanggung jawab ibu semata - Keterlibatan ayah diharapkan dapat membantu menurunkan angka kematian ibu maupun bayi di Indonesia
FAQ: - Q: Apa yang dimaksud dengan kehadiran ayah dalam pembangunan keluarga? - A: Kehadiran ayah dalam pembangunan keluarga tidak hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga keterlibatan aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Image Keywords: father, family, parenting

