TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Kesehatan|Politik

Balita 3 Tahun Tewas di Mobil Saat Gelombang Panas Terjang Prancis

Oleh Redaksi Berita Hari

Balita 3 Tahun Tewas di Mobil Saat Gelombang Panas Terjang Prancis

Ringkasan Berita

  • Gelombang panas ekstrem melanda Prancis
  • Balita 3 Tahun Tewas di Mobil
  • Kasus Kematian Ketiga
  • Gelombang Panas Terjang Prancis
  • Kondisi Darurat di Banyak Wilayah

Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis telah menyebabkan bencana di berbagai wilayah, termasuk kematian balita berusia tiga tahun di mobil di Saint-Gratien, Paris, Kamis (25/6). Kementerian Kejaksaan Lokal melaporkan ini merupakan kasus kematian ketiga imbas cuaca panas ekstrem dalam sepekan terakhir.

Kasus kematian ini terjadi ketika ayah bocah tersebut mengira anak itu sedang tidur siang dan membiarkannya masuk ke mobil, tetapi sistem pengaman anak (child lock) aktif, sehingga anak itu tidak dapat keluar kembali. Jaksa Guirec Le Bras mengatakan bocah tersebut meninggal dunia setelah upaya resusitasi yang dilakukan orang tuanya dan petugas pemadam kebakaran gagal menyelamatkannya.

Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis telah menyebabkan kondisi darurat di berbagai wilayah. Pada Rabu, Prancis mencatat hari terpanas sejak pencatatan suhu dimulai pada 1947, dengan suhu rata-rata nasional mencapai 30 derajat Celsius. Di Paris, suhu udara bahkan menyentuh 40,3 derajat Celsius pada hari yang sama, menjadikannya kali keempat dalam 150 tahun terakhir suhu di ibu kota Prancis melampaui 40 derajat Celsius.

Berdasarkan temuan awal, sang ibu sedang tidur siang bersama anak kedua mereka yang berusia 18 bulan, sementara ayahnya bekerja di sebuah gudang di halaman belakang rumah. Ayahnya sempat menyuruh anak itu tidur siang, tetapi bocah tersebut lolos dari pengawasan orang tuanya selama sedikitnya 45 menit dan masuk ke dalam mobil keluarga yang pintunya tidak terkunci, meski sistem pengaman anak di kendaraan tersebut sedang aktif.

Peristiwa ini menjadi kasus terbaru kematian anak di dalam kendaraan saat gelombang panas ekstrem melanda Prancis. Pada Senin, jasad dua anak berusia dua dan empat tahun ditemukan di dalam mobil keluarga mereka yang terparkir di area permukiman di kota Carpentras, Prancis selatan. Pemerintah Prancis telah mengambil langkah-langkah untuk menghadapi gelombang panas ekstrem, termasuk tutup atau mengurangi jam belajar di ribuan sekolah dasar di seluruh Prancis.

Gelombang panas ekstrem ini telah menyebabkan bencana di berbagai wilayah, termasuk kebakaran hutan dan kerusakan infrastruktur. Para pengamat cuaca memperingatkan gelombang panas yang dimulai pekan lalu berpotensi menyaingi gelombang panas tahun 2003 yang menewaskan hampir 15.000 orang di seluruh Prancis. Hingga kini belum diketahui secara pasti berapa jumlah korban jiwa akibat cuaca panas ekstrem sejak pekan lalu.

Wali Kota Paris, Emmanuel Grégoire, pada Kamis menyatakan angka kematian di ibu kota terus meningkat, meski tidak menyebutkan jumlah pastinya. Gelombang panas tersebut membuat jutaan warga Prancis kesulitan menjaga rumah mereka tetap sejuk. Pemerintah Prancis menyebut satu dari tiga rumah di negara itu tidak dirancang untuk menghadapi suhu ekstrem.

Pertanyaan Umum

Apa yang menyebabkan kematian balita 3 tahun?
Sistem pengaman anak (child lock) aktif di mobil yang membuat anak tersebut tidak dapat keluar kembali
Berapa banyak korban jiwa akibat gelombang panas ekstrem?
Tidak diketahui secara pasti