7 Penyebab Kelelahan yang Harus Kamu Waspadai
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Penyebab kelelahan yang bersifat sementara
- •Penyebab kelelahan yang bersifat kronis
- •Gangguan tidur yang dapat memicu kelelahan
- •Alergi atau intoleransi makanan yang dapat memicu efek sebaliknya
- •Infeksi yang dapat memicu kelelahan
Kelelahan adalah gejala yang umum dialami oleh banyak orang. Namun, ketika kelelahan terus-menerus dan tidak kunjung berkurang, maka ada kemungkinan ada masalah kesehatan yang lebih serius. Berikut adalah 7 penyebab kelelahan yang perlu kamu waspadai.
Kelelahan dapat didefinisikan sebagai kelelahan parah yang membuat seseorang susah bangun di pagi hari dan menjalani aktivitas sehari-hari. Kelelahan ini tidak hanya membuat seseorang merasa letih, tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas. Menurut definisi dari WebMD, kelelahan adalah kelelahan yang berkepanjangan dan tidak kunjung berkurang.
Banyak kondisi yang dapat memicu kelelahan, baik yang bersifat sementara maupun kronis. Kondisi sementara dapat berupa stres, kurang tidur, atau diet yang tidak seimbang. Sementara itu, kondisi kronis dapat berupa anemia, gangguan tidur, atau penyakit jantung dan paru-paru. Melansir dari Cleveland Clinic, kebiasaan sehari-hari seperti kurang bergerak, konsumsi alkohol berlebihan, dan diet minim gizi seimbang juga dapat berkontribusi pada kelelahan.
Gangguan tidur tertentu dapat memicu kelelahan jangka panjang dan kelelahan ekstrem. Gangguan tidur ini termasuk insomnia, sleep apnea, narkolepsi, dan gangguan tidur akibat shift kerja. Selain itu, anemia terutama anemia akibat kekurangan zat besi juga dapat menyebabkan kelelahan. Anda patut curiga akan gejala anemia saat kelelahan diikuti dengan palpitasi jantung, napas pendek, dan kulit pucat.
Makanan seharusnya memberikan energi, namun pada mereka yang memiliki alergi atau intoleransi makanan tertentu dapat memicu efek sebaliknya. Kelelahan bisa jadi tanda bahaya pada kondisi seperti penyakit Celiac atau kondisi tubuh tidak bisa mencerna gluten. Selain itu, banyak infeksi seperti mononukleosis, HIV, Covid-19, influenza, radang paru-paru (pneumonia) dan penyakit Lyme juga dapat memicu kelelahan.
Kelelahan juga dapat dialami oleh orang dengan masalah jantung dan paru-paru, seperti penyakit jantung, sindrom takikardia ortostatik postural, penyakit paru obstruktif kronik, empisema, dan gagal jantung kongestif. Tak hanya masalah kesehatan fisik, masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan post-traumatic stress disorder (PTSD) juga dapat membuat seseorang lelah terus-menerus.
Jadi, jika kamu merasakan kelelahan yang terus-menerus dan tidak kunjung berkurang, maka segera periksa dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Dengan demikian, kamu dapat mendapatkan pengobatan yang tepat untuk mengatasi kelelahan dan menjalani hidup yang lebih sehat dan produktif.


